Paska Insiden Mina, Menteri Agama Minta Jamaah Haji Taati Jadwal

710

insiden-minaMina (wartabromo) – Paska insiden Mina, Menteri Agama Republik Indonesia meminta agar jamaah asal Indonesia menaati jadwal (melontar jumrah) sesuai yang ditetapkan.

Korban insiden jamaah berdesak-desakan di Jalan Arab 204 terjadi di luar jadwal melontar jumrah oleh jamaah haji Tanah Air.

“Saya selaku Amirul Haj mengimbau jamaah menaati jadwal (melontar jumrah), yaitu pada pagi setelah Subuh atau sore mendekati Maghrib,” kata Menag di Mina Seperti dikutip wartabromo dari situs resmi Kemenag.go.id , Kamis (24/9) malam.

Menurutnya, selain bertujuan untuk pengaturan arus, waktu-waktu melempar jumrah yang disediakan juga sudah mempertimbangkan aspek suhu panas udara di Mina. Dengan demikian, jamaah terhindar dari desak-desakan dan ketidaknyamanan di jamarat.

Baca Juga :   2 Gadis Nakal Dibawah Umur Positif HIV Aids

Adanya insiden maut di jalur jamaah haji Mesir dan negara-negara Afrika lainnya, kata Menag, hendaknya memberikan pelajaran agar jamaah tidak tergesa-gesa menjalani salah satu ritual wajib haji tersebut. Apalagi, jalur 204 bukanlah jalur resmi jamaah haji Indonesia.

“Jadi mungkin saja mereka tersesat atau terbawa arus kuat ke satu titik, sehingga tidak tahu arah dan masuk ke jalur yang bukan semestinya,” ujar Menag.

Setelah melaksanakan wukuf di Arafah dan Mabit (menginap) di Muzdalifah, jutaan jamaah haji, termasuk jamaah haji Indonesia, kini Mabit di Mina. Kegiatan jamaah selama di Mina adalah melempar jumrah pada tanggal 10, 11, dan 12 Dzulhijjah untuk yang mengambil nafar awal, serta ditambah pada hari 13 Dzulhijjah bagi yang mengambil nafar tsani.

Baca Juga :   Kota Pasuruan Diverifikasi Untuk Diputuskan Jadi Kota Pusaka

Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat mengatakan bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah menyampaikan jadwal melontar jumrah kepada ketua kloter, ketua rombongan, dan ketua regu. Menurutnya, jamaah haji Indonesia sudah dilarang untuk melontar jumrah Aqabah pada pukul 8.00 – 11.00 di tanggal 10 Dzulhijjah. “Sebab saat itu adalah waktu di mana jamaah ramai-ramai pergi ke Jamarat untuk melontar jumrah,” terang Arsyad.

“Untuk tanggal 11 dan 12 Dhulhijjah, jamaah haji Indonesia diimbau untuk tidak melontar jumrah mulai Pukul 13.00 – 16.00, yakni pada sore hari selepas Ashar hingga menjelang Maghrib,” tambahnya.

Usai insiden, PPIH Arab Saudi kini menempatkan petugas-petugas di simpul-simpul persimpangan jalan menuju jamarat. Petugas akan memandu arah jalan jamaah agar tidak terbawa atau tersesat ke jalur yang bukan diperuntukkan bagi jamaah Indonesia. (*/yog)

Baca Juga :   Jalan Cokroaminoto Bersih Dari PKL