Budidaya Tanaman Organik: Ungkapan Cinta pada Alam dan Kemanusiaan

1396

petani organik prigenPertanian organik merupakan sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Pengolahan pertanian organik didasarkan pada prinsip keselarasan dengan alam, yakni kegiatan pertanian harus memperhatikan kelestarian dan peningkatan kesuburan tanah, tanaman, hewan, bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan karena semua komponen tersebut saling bergantung, berhubungan dan tidak terpisahkan.

Prinsip pertanian organik dimana tidak menggunakan bahan kimia sintetis, sebenarnya sudah dilakukan manusia sejak ribuan tahun lalu di seluruh dunia. Sistem ini bisa disebut sistem pertanian tradisional. Pertanian organik bisa juga disebut “menerapkan prinsip ilmiah pada berbagai metode pertanian tradisional dan yang masih alami.”

Sistem pertanian tradisional yang sudah dilakukan selama ribuan tahun mengalami perubahan radikal pada abad ke 18, dimana sistem pertanian mulai menggunakan bahan-bahan kimia untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan produksi. Pupuk-pupuk berbahan dasar amonia dalam bentuk curah mulai diproduksi secara masal dan didistribusikan dengan harga yang murah.

Revolusi pertanian pun dimulai. Sejak saat itu, pertanian tradisional ditinggalkan. Penggunaan bahan kimia pertanian secara besar-besaran dimulai pada awal abad 20 setelah ditemukan pestisida.

Namun belakangan mulai disadari sistem pertanian yang mengandalkan bahan kimia membawa dampak serius pada pemadatan tanah, erosi, penurunan kesuburan tanah secara keseluruhan. Penggunaan bahan kimia juga mengancam kesehatan manusia karena racun yang masuk ke bahan pangan.

Para ahli biologi dan ahli botani dunia mulai berpikir keras mengembangkan teori menanggulangi dampak negatif  bahan kimia pertanian tanpa mengurangi hasil produksi pertanian.

Pada 1940-an, pakar botani terkemuka Sir Albert Howard dan istrinya Gabriel Howard, berhasil mengembangkan pertanian organik. Albert Howard saat ini dikenal sebagai bapak pertanian organik karena merupakan orang pertama yang menerapkan prinsip ilmiah pada berbagai metode pertanian tradisional dan alami.

Tahun-tahun berikutnya, sistem pertanian organik terus berkembang sampai sekarang muncul kesadaran kolektif akan pentingnya hidup secara organik. Masyarakat moderen mulai membuka mata dan pikirannya untuk lebih mengutamakan mengonsumsi makanan sehat dari buah-buahan dan sayuran organik.

Christopher Emile Jayanata, ketua Komunitas Organik Indonesia mengatakan, hidup organik bukan meluluh mengonsumsi makan dari bahan-bahan organik. Organik merupakan gaya hidup selaras alam.

Lebih jauh, menurut dia, organik merupakan sebuah pola pikir. Ketika hati dan pikiran seseorang sudah organik, maka sehat jasmani dan rohani yang akan diraih.

Menurut Emile, penggunaan bahan-bahan kimia dan pestisida terutama pada produk makanan dan kecantikan selain menganggu kesehatan juga merusak lingkungan. Dengan gaya hidup organik, hal-hal tersebut bisa diminimalisir bahkan dihilangkan.

Hidup organik bisa dimulai dengan hal yang paling kecil dengan pelan-pelan mengurangi makanan yang banyak mengandung pengawet dan pemanis buatan. Hidup organik bisa dimulai dengan perlahan-lahan mengganti bahan makanan dengan produk organik, seperti sayur atau beras organik.

Hidup organik juga bisa dilakukan dengan cara melakukan budidaya sendiri sayuran atau buah organik yang produksi selain bisa dikonsumsi sendiri juga bisa didistribusikan kepada orang lain. Apalagi budidaya organik saat ini juga memiliki peluang bisnis yang menjanjikan.

Bertani organik juga relatif mudah dan tidak membutuhkan lahan yang luas, bisa di pekarangan rumah atau kebun.

Tidak tahu caranya? Saat ini sudah sangat banyak referensi pertanian organik baik dari buku maupun dari internet yang bisa didapatkan secara mudah. Bisa juga menimba pengalaman dari orang-orang yang sudah berhasil budidaya organik.

Prinsipnya, budidaya organik merupakan cara bertanam yang mengandalkan bahan-bahan organik dan menghidari pemakaian bahan kimia, mulai dari pengolahan media tanam hingga pemupukannya semua memanfaatkan unsur organik yang didapat dari alam.

Pengalaman petani organik yang sukses seperti Nur Hidayat, warga Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, yang awalnya tidak punya pengetahuan memadai soal pertanian organik dan bisa berhasil menjadi contoh bahwa semua orang bisa budidaya organik. Dengan kerja keras dan ketekunan, semua orang bisa sukses budidaya organik. (*/fyd)