Sebelum Rumahnya Dibondet, Mantan Kades Mendapat Teror

0
145

rumah mantan kades dibondet 1Gading (wartabromo) –  Kasus ledakan bondet di Desa Nogosaren, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, ternyata tidak serta merta terjadi. Melainkan rentetan dari ledakan bondet pada 19 September lalu, di rumah Makmun warga desa setempat. Bahkan, sebelum kejadian Fathur Rahman (40), mantan Kades Nogosaren, mengaku mendapat teror sebelum ledakan.

Pria yang menjadi kades pada tahun 2001 hingga 2009 tersebut, mengatakan empat hari sebelum insiden terjadi pada Minggu dini hari itu, dirinya mendapat telepon dari sebuah nomor tak dikenal.  Penelon tersebut menanyakan masalah sengketa tanah antara Makmun dan saudara-saudaranya dengan Haji Erfan bersaudara, warga Desa Kertosono, Kecamatan Gading.

Penelepon tersebut mempertanyakan kasus yang terjadi antara dua keluarga tersebut. “Ada teror ditelpon saya, saya ditelpon masalah kasus sengketa tanah di Nogorasen. Dia tanya ke saya terkait masalah tanah itu. Ya saya bilang sejujurnya, kalau saya jadi kades ya tidak ada eksekusi,” tutur suami Aida Rofiqoh ini.

Pria yang akrab disapa Sahur ini, mengatakan sudah menceritakan semua yang terjadi kepada polisi. Termasuk nomer telepon yang menghubunginya tersebut, sehingga polisi dengan cepat dapat mengungkap kasus tersebut. Baik pelaku penebar teror maupun dalang dari kajadian tersebut segera ditangkap.

“Polisi harus segera bertindak cepat mengungkap kasus ini. Sebab, jika dibiarkan berlarut-larut, saya takut akan ada korban lagi. Utamanya yang berkaitan dengan sengketa tanah itu,” ujar warga rt 8 rw 3 Dusun Wonosari ini.

Apalagi ledakan yang terjadi di rumah mantan kades itu hanya berselisih 22 hari dari ledakan yang menimpa rumah Makmun, warga Dusun Kambengan desa setempat. Dimana rumah yang ditinggali Makmun dan istrinya mengalami kerusakan yang cukup parah pasca  sebuah bondet berukuran besar meledak.

Sementara, hingga saat ini, pelaku penebar teror bondet belum dapat diungkap oleh kepolisian setempat. Bahkan terkesan lamban dan menganggap kasus tersebut hanya sebagai ledakan mercon biasa. (saw/fyd)