Mak…. Pak…. Kiriman Air Tangki Datang

348
air perindo3
warga Desa Rejosalam, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, antri mendapatkan air bersih yang dibagikan DPD Perindo Kabupaten Pasuruan, Jumat (16/10/2015). Foto : WARTA BROMO/Harjo Suwon

Pasrepan (wartabromo) – Kaget dengan wajah ngaplo (bengong), seakan tak percaya dan hanya terucap satu kata, “Loh……!” Tapi itupun hanya sekejap.

Selanjutnya berganti dengan wajah ceria dan dengan, sambil berlari memasuki rumahnya, seorang anak berteriak. “Mak….. Pak….. Kiriman banyu tangki teko…. (kiriman air tangki datang).

Tanpa dikomando, teriakan serupa dilontarkan silih berganti. Bukan hanya anak-anak, remaja, orang-orang tua, pria dan wanita, seakan bersahutan memberitahukan kedatangan truk tangki air yang berjajar-jajar.

“Tangkine, onok genderone. (truk tangkinya ada benderanya),” ucap sejumlah warga.

Dalam tempo hitungan menit, warga langsung berkumpul sambil membawa wadah untuk menampung air bersih yang dicurahkan dari tangki. Yang penting wadah, tidak peduli dalam bentuk apapun, entah jurigen, ember dan bak-bak berbagai ukuran, semua dikeluarkan untuk menampung air yang datang.

Itulah suasana saat 15 truk tangki air bersih berkapasitas 8.000 liter, mendatangi Desa Rejosalam, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Jumat (16/10/2015).

Ribuan warga dengan antusias menerima kiriman air bersih dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Pasuruan itu. bahkan dengan membawa wadah dari berbagai jenis, mereka dengan sabar menunggu giliran belasan truk tangki yang akan melayani mereka.

“Truk tangki langsung dibagi ke tiga dusun saja. Kasihan rakyat terlalu lama menunggu, kalau tidak segera mendapat air. Mereka terlanjur tahu dan melihat ada truk tangki air datang,” kata Bambang Heri Purnomo, Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Pasuruan.

Sontak, KH Abdullah (Gus Duloh), tokoh masyarakat Kabupaten Pasuruan asal Sladi Kejayan, langsung mengajak pihak lainnya berkoordinasi untuk membagi truk pengangkut air.

“Yang penting merata dulu. Semua warga harus mendapat bagian,” ujar Gus Duloh kepada para tokoh desa setempat.

Antusiasme warga Desa Rejosalam ini bisa dimaklumi. Pasalnya, selama 3 bulan lebih mereka kekurangan air bersih. Usulan kepala desa setempat untuk meminta bantuan pasokan air bersih, hanya sekali saja mendapat kiriman sekitar 3 bulan lalu. (hrj/hrj).