Sugianto, 14 Tahun Nafkahi Keluarga dari Tambal Ban

566
Foto: Rosyidi (wartabromo)

Purwosari (wartabromo) – Bagi sebagian orang menjadi tukang tambal ban adalah pekerjaan yang biasa, bahkan dianggap sepele. Namun, bagi Sugianto (45), pekerjaan tersebut adalah penopang keluarganya. Meski kecil, ia merasa bangga menafkahi anak dan istrinya engan uang halal.

“Saya sudah sejak 2001 menjadi tukang tambal ban,” kata pria asli Purwosari ini saat berbincang dengan wartabromo.com, di lapaknya di Pasar Purwosari, Jumat (1/1/2016).

Setiap hari, Sugianto bekerja di lapak tersebut mulai pukul 07.00 hingga 15.00. Ia mengaku tidak pernah ‘lembur’ karena waktu bersama keluarga baginya sangat berharga.

“Setiap harinya saya dapat Rp 40.000 sampai Rp 50.000,” kata Sugianto.

Sambil malayani pengendara yang bannya bocor, Sugianto mengakui penghasilannya pas-pasan, bahkan bagi sebagian besar orang mungkin sangat kecil. Namun ia bersyukur, dengan uang dari tambal ban ia bisa mencukupi kebutuhan keluarga.

Alhamdulillah cukup untuk keluarga,” imbuhnya.

Sugianto mengaku pernah mencoba mencari tambahan rejeki dengan menjadi tukang ojek. Namun bukannya untung malah buntung.

“Jadi tukang ojek banyak ruginya, banyak mengganti onderdil, yang lebih sering lagi ganti kampas. Maka dari itu saya lebih memilih untuk menjadi tukang tambal ban,” jelas ayah satu putri ini.

Sugianto bersyukur meskipun kecil, ia selalu mendapatkan penghasilan setiap hari. Yang terpenting, kata dia, rejeki yang diberikan pada keluarganya merupakan rejeki halal.

“Meskipun tidak banyak yang penting halal dan bisa mencukupi kebutuhan keluarganya,” tutup Sugianto. (ryd/fyd)