Stok Beras Pasuruan Aman untuk Tiga Bulan Kedepan

442

beras bulogPasuruan (wartabromo) – Bulog Divre Malang memastikan stok beras untuk kebutuhan masyarakat Kota dan Kabupaten Pasuruan hingga tiga bulan ke depan, aman.

Arsyad, Kepala Bulog Divre Malang, mengatakan stok beras di Gudang Bulog mencapai 15.000 ton, baik untuk kebutuhan beras miskin (raskin), rumah tahanan, maupun kebutuhan bencana alam dan stabilisasi harga.

“Stok beras sampai tiga bulan ke atas masih aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan harga beras yang mengalami kenaikan meski hanya sedikit,” kata Arsyad, Rabu (27/01/2016).

Kenaikan harga beras sendiri memang hanya berkisar antara Rp 100-Rp 300. Akan tetapi, naiknya harga beras berbeda dengan harga komoditi sembako lainnya.

Kata Arsyad, harga beras jenis premium di pasaran untuk saat ini merangkak naik dari Rp 9200-Rp 9500, sehingga pihaknya langsung menggelar Operasi Pasar dan menjual beras dengan jenis yang sama seharga Rp 8100 per kilogram.

“Selisihnya memang cukup banyak, dan operasi pasar akan terus kita lakukan sampai harga beras turun dan kembali ke sedia kala,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bulog terus membeli beras dari seluruh petani yang berada di sekitar Malang, Batu maupun Pasuruan. Ia mengemukakan HPP yang dipatok untuk beras sebesar Rp7.300/kg, gabah kering giling (GKG) seharga Rp4300 /kg dan gabah kering panen (GKP) seharga Rp3.700/kg.

Seluruh harga tersebut sesuai dengan Inpres Nomor 5 Tahun 2015, dalam artian kalaupun ada perubahan HPP dari pemerintah pada tahun ini, maka Bulog juga akan mengikutinya.

“Kita sesuaikan dengan keputusan pemerintah. Kalaupun tetap ya kita akan melaksanakannya. Tapi kalaupun ada perubahan, baik itu turun maupun harga lebih tinggi, kita pun juga mengikutinya,” terang pria berkacamata itu.

Sementara itu, tahun 2016 ini Bulog Divre Malang mentargetkan pengadaan beras dari petani sebesar 50.000 ton. Untuk dapat merealisasikannya, Bulog terus akan melakukan pendekatan kepada para petani maupun gapoktan (gabungan kelompok petani) dalam hal sosialisasi pembelian HPP beras maupun gabah.

“Kita tak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada petani, dengan harapan mereka selalu menjual berasnya kepada Bulog dengan harga yang sudah ditetapkan,” ujarnya. (mil/fyd)