Pemkab Pasuruan Pastikan Kesiapan Hadapi Kebakaran Hutan

0
138
Simulasi pemadaman kebakaran hutan. Foto: Emil/wartabromo

Prigen (wartabromo) – Antisipasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan melaksanakan apel siaga, Kamis (2/6/2016). Apel dalam rangka penanggulangan kebakaran lahan hutan ini digelar di Lapangan Pacuan Kuda, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen.

Kabupaten Pasuruan dikelilingi kawasan hutan yang terdiri dari hutan produksi, lindung, konservasi, taman nasional dan taman wisata.

Areal kawasan hutan di Kabupaten Pasuruan mencapai kurang lebih 32.681,42 hektar yang dikelola oleh Perum Perhutani, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Taman Hutan Rakyat (Tahura) dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).

Kebakaran hutan seringkali terjadi di kawasan ini, baik karena faktor alam maupun ulah manusia. Digelarnya apel siaga tak lain untuk mengantisipasi bencana kebakaran hutan yang masih saja terjadi di Kabupaten Pasuruan, serta untuk berkoordinasi dalam hal antisipasi maupun langkah yang dilakukan pada saat terjadinya kebakaran hutan dan sesudahnya.

“Sebentar lagi kita memasuki musim kemarau, di mana tingkat kerawanan kebakaran hutan cukup tinggi, sehingga kita sebagai aparat dan masyarakat harus waspada dan siaga dalam menghadapi kondisi seperti ini,” kata Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, usai memimpin apel.

Menurut Gus Irsyad, sapaan bupati, seluruh aparat baik pemangku kawasan hutan maupun Pemda dari tingkat Kecamatan dan Desa harus memahami pentingnya konservasi alam, sesuai dengan UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya.

“Kepada para camat dan kepala desa yang di wilayahnya terdapat kawasan hutan, saya kami perintahkan untuk membentuk regu masyarakat peduli api. Dan saat ini telah terbentuk regu masyarakat peduli api di 69 desa dengan masing-masing desa beranggotakan 15 orang, sehingga jumlagh relawan regu masyarakat peduli api di Kabupaten Pasuruan sebanyak 1035 orang,” terangnya.

Gus Irsyad meminta kepada para pengelola kawasan hutan untuk membangun jejaring kelembagaan guna menumbuhkan partisipasi masyarakat, membentuk dan melatih pasukan peduli api dari berbagai elemen yang ada, meningkatkan patroli secara rutin pada daerah rawan bencana.

“Saya juga mengajak kepada semua tokoh masyarakat, pramuka dan pelajar, agar memberi pengertian bahwa hutan menyimpan kekayaan alam yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, kemudian tak lupa juga untuk membentuk kelompok pecinta alam sebagai wadah untuk membangun kecintaan alam, serta mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang cenderung meningkat,” terangnya.

Apel ini diakhiri Simulasi Pemadaman Kebakaran Hutan yang dilakukan oleh Pemkab Pasuruan, Tokoh Masyarakat, Relawan Hutan dan masyarakat di sekitar hutan. (mil/fyd)