“Adu Banteng” Viar Vs Truk, Sopir Tewas, 8 Penumpang Terluka

1446
Foto-foto: Sundari/wartabromo.com

Tongas (wartabromo) – Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Probolinggo, Selasa (12/07/2016) siang. Kecelakaan yang melibatkan kendaraan bak terbuka roda tiga dengan truk, menyebabkan seorang korban meninggal dunia, dua kritis dan enam lainnya menderita luka-luka.

Seluruh korban kecelakaan antara kendaraan bak terbuka roda tiga versus truk dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas. Dua korban kritis diketahui bernama Abit dan Mohammad Rafi. Keduanya menjalani perawatan intensif di ruang instalasi gawat darurat (IGD).

Kecelakaan viar vs trukSelain dua korban kritis, 6 korban luka-luka juga dirawat di ruang IGD, termasuk sopir truk Nurul Hilmi, warga Bali. Sedangkan sopir kendaraan bak terbuka yang diketahui bernama Arif, warga Sidoarjo tewas sesaat usai menjalani peratawan.

Berdasarkan informasi sejumlah saksi di lokasi kejadian, petaka berawal saat kendaraan roda tiga nopol W 9048 XC dengan 6 penumpang melaju dari arah barat atau arah surabaya di jalur pantura Desa Bayeman Kecamatan Tongas.

Namun naas, dari arah berlawanan melaju sebuah truk bernomor polisi DK 9438 HD yang disopiri Nurul Hilmi. “Tabrakan keras tidak terhindarkan karena laju kendaraan bak terbuka tiba-tiba oleng ke sisi kanan, bahkan juga menabrka sebuah sepeda motor yang berada dibelakangnya,” tutur Shohib, salah satu saksi kejadian.

IMG_20160712_165538Para korban kemudian dilarikan ke RSUD Tongas, termasuk dua pengendara motor yang mengalami luka ringan. Insiden ini, tengah dalam penanganan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo Kota.

“Dugaan sementara, kecelakaan terjadi karena sopir kendaraan bak terbuka roda tiga, Arif mengantuk pasca menempuh arus balik dari Sidoarjo menuju Jember,” kata Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Samsul Hadi.

Meski telah tertangani, sejatinya kecelakaan ini bisa dicegah jika petugas Satlantas di jalur sepanjang Sidoarjo, Pasuruan dan Probolinggo, sigap mencegat kendaraan roda tiga milik Arif, yang jelas-jelas dilarang mengakut penumpang. (saw/fyd)