Ribuan Pengunjung Nekat Langgar Batas Aman dan Naik Kawah Bromo

382
Erupsi meningkat, wisatawan nekat naik kawah bromo. Foto: Sundari/wartabromo.com

Sukapura (wartabromo) – Aktivitas erupsi Gunung Bromo terus meningkat. Meski terjadi peningkatan aktivitas kegempaan, nyatanya kawasan wisata Gunung Bromo tetap dibuka untuk umum. Bahkan ribuan wisawatan nekad menerobos radius aman 1 kilometer dengan naik hingga bibir kawah.

Aktivitas kegempaan gunung yang berada di Dusun Cemoro Lawang ini, sejak tiga hari terakhir cenderung meningkat. Meski begitu tak lantas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), elaku pengelola wisata melakukan penutupan jalur.

Hingga saat ini, akses menuju puncak kawah Gunung Bromo melalu tangga kawah tetap dibuka. Padahal Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pos Gunung Bromo, telah merekomendasikan penutupan jalur demi mengantisipasi potensi letusan secara tiba-tiba.

Wisatawan berjubel di tangga kawah

Ribuan pengunjung pada Selasa pagi, terlihat memenuhi bibir kawah. Pengunjung lokal dan mancanegara ini tidak terlihat takut berada didekat kawah, meski tengah menyemburkan abu pekat.

Puncak kawah yang tidak steril dengan aktivitas vulkanik meningkat, sangat membahayakan pengunjung. Padahal Gunung Bromo dikunjungi sekitar 1.000 wisatawan setiap hari. Jumlah itu meningkat dua kali lipat saat memasuki libur akhir pekan.

“Luar biasa sangat menakjubkan. Saya tahu erupsi ini dari kedutaan disini dan pihak travel. Saya merasakan sesuatu yang sangat bagus dan cantik,” ujar Christhoper Polazk, wisatawan asal Polandia, yang baru turun dari atas kawah Bromo, Selasa (12/7/2016).

Pengelola Bromo tidak menutup lokasi wisata. Batas aman 1km dari kawah juga tak dihiraukan wisatawan.

Pihak PVMBG sebelumnya telah memberikan rekomendasi kepada TNBTS selaku pengelola wisata serta Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo, untuk melakukan blokade jalur menuju kawah Bromo. “Kami hanya pusat informasi, untuk hal-hal lainnya bukan tanggung jawab kami. Radius aman bagi pengunjung sejauh satu kilometer dan tiga kilometer bagi pemukiman warga Suku Tengger,” kata Kepala PVMBG Pos Gunung Bromo Ahmad Subhan.

Sementara hingga Selasa pagi/ pos pengamatan Gunung Bromo mencatat gempa tremor menerus masih tinggi kisaran 2 sampai 21 milimeter, dominan 3 milimeter. Kawah mengeluarkan asap putih cenderung pekat/ dengan ketinggian 1.200 mdpk. (saw/fyd)