Berangkat KKN, Dua Mahasiswa Unair Tewas Tertabrak Truk di Probolinggo

3773
Salah satu jenasah korban saat berada RSUD Waluyo Jati Kraksaan. (Foto: Sundari/wartabromo.com)

Gending (wartabromo) – Jalur pantura Probolinggo kembali memakan korban jiwa. Kali ini 2 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) meregang nyawa usai tertabrak truk pengangkut sapi di jalur pantura Desa Pajurangan Kecamatan Gending, Selasa (19/072016).

Dua mahasiswa yang jadi korban kecelakaaan yakni Angger Pangestu (21) warga Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan, mahasiswa jurusan Antropologi Fakultas Fisip dan Kristina Dian Kartika (21) warga Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, mahasiswa jurusan Statistik Fakultas Sainstek.

Informasi yang dihimpun, usai menghadiri acara penyambutan mahasiswa KKN Unair di pendopo Kabupaten Probolinggo, keduanya hendak menuju ke lokasi KKN Unair Surabaya di Kecamatan Banyuanyar. Kedua korban memilih berpisah dari rombongan bus karena menggunakan sepeda motor bernopol W 4239 ZB.

Namun naas, sesampai di timur SPBU Desa Pajurangan, sekitar pukul 13.30, motor keduanya tertabrak satu unit truk colt diesel bernopol N 8914 UN yang dikendarai Riyadi (46) warga Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan, yang disebut melaju kencang dari arah timur.

“Mereka berangkat menggunakan tiga motor bersama mahasiswa lainnya, mahasiswa yang lainnya memilih untuk naik bus rombongan yang berangkat dari kampus Surabaya,” ungkap salah satu rekan korban Avyan Septiandanu (21).

Jenasah keduanya kemudian dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk diotopsi. Hasilnya diketahui, jika penyebab kematian dari kedua korban diakibatkan pendarahan hebat dibagian kepala bagian belakang hingga bagian tempurung kepalanya mengalami retak.

Kanit Laka Lantas Polres Probolinggo, Ipda Siswandi, mengatakan kecelakaan maut berawal ketika kendaraan truk dari arah timur hendak menyalip kendaraan tronton yang ada di depannya. Sesampainya di TKP, melaju kendaraan roda dua yang dikendari korban dari arah berlawanan.

“Terjadilah kontra antara kedua kendaraan itu. Kedua korban yang masih kritis kemudian dilarikan ke Puskesmas Gending, namun nyawa keduanya tidak tertolong setelah menjalani perawatan,” ungkapnya. (saw/fyd)