Kepulan Asap Pekat Jadi Magnet, Wisatawan Terus Berdatangan ke Bromo

318
Sehari menjelang puncak perayaan Yadnya Kasada, wisatawan dari berbagai daerah terus berdatangan di Gunung Bromo, Selasa (19/07/2016). Antisipasi bahaya, petugas terus menghimbau agar pengunjung tak mendekati zona bahaya kawah di radius 1 kilometer. Meski demikian masih banyak wisatawan yang nekat naik ke kawah untuk menyaksikan kawah yang tengah mengeluarkan asap pekat dari dekat. (Foto: Sundari/wartabromo.com)

Sukapura (wartabromo) – Sehari menjelang puncak perayaan Yadnya Kasada, wisatawan dari berbagai daerah terus berdatangan di Gunung Bromo, Selasa (19/07/2016). Antisipasi bahaya,  petugas terus menghimbau agar pengunjung tak mendekati zona bahaya kawah di radius 1 kilometer. Meski demikian masih banyak wisatawan yang nekat naik ke kawah untuk menyaksikan kawah yang tengah mengeluarkan asap pekat dari dekat.

Sehari menjelang puncak perayaan Yadnya Kasada, wisatawan dari berbagai daerah terus berdatangan di Gunung Bromo, Selasa (19/07/2016). Antisipasi bahaya,  petugas terus menghimbau agar pengunjung tak mendekati zona bahaya kawah di radius 1 kilometer. Meski demikian masih banyak wisatawan yang nekat naik ke kawah untuk menyaksikan kawah yang tengah mengeluarkan asap pekat dari dekat. (Foto: Sundari/wartabromo.com)
Sehari menjelang puncak perayaan Yadnya Kasada, wisatawan dari berbagai daerah terus berdatangan di Gunung Bromo, Selasa (19/07/2016). Antisipasi bahaya, petugas terus menghimbau agar pengunjung tak mendekati zona bahaya kawah di radius 1 kilometer. Meski demikian masih banyak wisatawan yang nekat naik ke kawah untuk menyaksikan kawah yang tengah mengeluarkan asap pekat dari dekat. (Foto: Sundari/wartabromo.com)

Puncak perayaan Yadnya Kasada yang digelar besok Rabu (20/07/2016), jadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Gelombang kedatangan para wisatawan terus berdatangan untuk menikmati pesona alam Gunung Api Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, yang memang sangat memanjakan mata.

Meski dalam status darurat erupsi, pesona kepulan asap yang keluar dari mulut kawah justru jadi magnet wisatawan. Momen langka berfoto ditengah Bromo yang lagi erupsi, jadi sasaran wisatawan nikmati pemandangan bersama keluarga.

“Sebenarnya kita kan sama keluarga cuma menikmati wisata tapi dari pemandu telah diberi tahu kalo eruspi ga boleh naik kesitu. Sebelumnya belum pernah berkunjung ketika erupsi, saat ini bau belerang dan semburan vulkanonya sangat terasa,” ujar Zulfiandi, salah satu wisatawan Bromo.

Mengantisipasi membeludaknya pengunjung saat puncak perayaan Yadnya Kasada di Pure Agung Luhur Poten, petugas telah siapkan kekuatan ekstra. Mulai dari penambahan personel maupun beragam himbauan agar wisatawan tak masuk zona bahaya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo sendiri, menyerahkan sepenuhnya tanggungjawab kepada pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selaku pengelola wisata.

“Ya pasti kita ikuti aturan vukanologi satu kilometer tidak boleh. Kita terus menghimbau mereka untuk tidak masuk ya. Kalo ada yang menerobos, itu kewenangan TNBTS, tidak semua urusan Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo ya,” kata Kadisbudpar Anung Widiarto.

Hingga saat ini, berdasarkan pantauan PVMBG pos Gunung Api Bromo, aktivitas vulkanik terus meningkat. Ketinggian asap yang terekam mencapai ketinggian 1.000 mdpk mengarah ke barat dan barat laut atau ke Malang. (saw/fyd)