4 Penambang Tertimbun Pasir di Lumajang, 1 Orang Tewas

1388
Empat penambang pasir tradisional di Kabupaten Lumajang tertimbun pasir saat melakukan penambangan pasir, Selasa (19/07/2016). Satu di antaranya tewas seketika dan tiga lainnya selamat. (Foto: Sundari AW/wartabromo.com)

Tempeh (wartabromo) – Empat penambang pasir tradisional di Kabupaten Lumajang tertimbun pasir saat melakukan penambangan pasir, Selasa (19/07/2016). Satu di antaranya tewas seketika dan tiga lainnya selamat. Polisi membawa mayat korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Haryoto Kabupaten Lumajang.

Empat penambang pasir tradisional di Kabupaten Lumajang tertimbun pasir saat melakukan penambangan pasir, Selasa (19/07/2016). Satu di antaranya tewas seketika dan tiga lainnya selamat. (Foto: Sundari AW/wartabromo.com)
Empat penambang pasir tradisional di Kabupaten Lumajang tertimbun pasir saat melakukan penambangan pasir, Selasa (19/07/2016). Satu di antaranya tewas seketika dan tiga lainnya selamat. (Foto: Sundari AW/wartabromo.com)

Isak tangis keluarga pecah saat jenasah Budi Purwanto (40), warga Desa Lempeni Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, tiba di kamar jenasah RSUD dr. Haryoto.

Korban tewas seketika, setelah korban bersama tiga rekannya tertimbun pasir yang di tambang di kawasan tanah lapang yang berada di desa setempat. Sementara tiga rekan korban,berhasil menyelamatkan diri.

“Diduga korban dan tiga temannya kurang hati-hati saat menggali tebing setinggi tujuh meter tersebut Sehingga korban bersama dengan tiga rekannya terkena longsoran pasir dan berakibat hilangnya nyawa korban,” kata Kapolsek Tempeh AKP Kuzaini.

Terkait longsornya tambang pasir, polisi mengamankan seorang warga berinisial HD (40) warga desa setempat. Pria ini diduga sebagai pemilik lahan tambang pasir dan kini menjalani pemeriksaan terkait aktivitas pertambangan tersebut.

“Kami tengah mendalami kasus ini. Apakah tambang pasir itu mempunyai ijin tambang atau tidak, dan sejauh mana keterlibatannya. Jika tidak berijin, maka kami akan menutup aktivitas penambangan tersebut,” tutur Kapolsek.

Saat tiba dikamar mayat, mendadak pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Sehingga pihak keluarga langsung membawa jenasah korban dibawah ke rumah duka untuk di makamkan. Polisi yang melihat keluarga emosi, tak mampu berbuat apa-apa dan membiarkan mayat korban dibawa pihak keluarga pulang ke rumahnya. (saw/fyd)