Gabung SPR, Peternak Sapi Berharap Bebas dari “Blantik”

393
Sejumlah sapi potong yang ada di UPTD Budidaya Ternak Purwosari. WARTABROMO/Gesang A Subagyo.

Purwosari (wartabromo) – Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan membangun Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Sapi Potong Sumber Sekar Cendana Desa Sumberrejo Kecamatan Purwosari. Para peternak menyambut baik langkah tersebut.

“Para peternak menyambut baik adanya SPR ini. Banyak yang akan bergabung,” kata Ketua SPR Sekar Cendana Desa Sumberrejo, Harianto P Fendi, Rabu (3/7/2016).

Ia mengungkapkan ada sekitar 812 peternak sapi yang ingin bergabung, namun hanya 412 peternak yang memenuhi kriteria.

Dikatakan Fendi, syaratnya sapi yang bisa bergabung yakni indukan harus bagus, bakalan induk usia minimal 1.5 tahun.

“Yang terpenting bagaimana petani bisa belajar pengembangbiakkan yang lebih baik. Kemudian bisa muda menjualnya. Paling tidak kita tidak kesulitan menjual sapi, selama ini kita jual ke blantik (makelar sapi),” kata Fendi. 

Populasi sapi potong di Kabupaten Pasuruan yang besar belum diimbangi dengan manajemen peternakan yang moderen. Selama ini peternak sapi mengelola hewan-hewan ternaknya secara individual. 

“Potensi sapi baik potong maupun sapi perah di Kabupaten Pasuruan sangat besar, ada 85 ribu sapi potong. Tapi selama ini dikelola dengan cara yang salah. Mulai dari kandangnya, cahayanya dan lain-lain,” kata Prof Muladno, ahli peternakan Intitut Pertanian Bogor (IPB) saat peresmian di Kantor Desa Sumberrejo, Selasa (2/8).

Muladno mengatakan, di SPR, peternk bisa mandiri menentukan harga. “Jadi orang kalau mau beli sapi yang tinggak datang,” katanya.

Dinas Peternakan memang bekerjasama dengan IPB dalam program SPR ini. (fyd/fyd)