Anggaran Rp30 M untuk Wajib Madin Belum Cair

671
Para siswa tengah mengikuti proses belajar mengajar di Madin Hidayatullah Desa Kalirejo Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan. WARTABROMO/Gesang A Subagyo

Pasuruan (wartabromo) – Wajib Madrasah Diniyah (Madin) Kabupaten Pasuruan tahun ajaran 2016-2017 sudah mulai dilaksanakan. 1432 lembaga Madin dan lebih dari 11 ribu guru dilibatkan dalam program “full day school” ini.

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk honor guru, uang tranport siswa dan operasional. “Anggarannya sharing dengan Pemprov Jatim. Dari APBD Kabupaten Pasuruan sekitar Rp15 miliar dan dari APBD Pempov Jatim juga sama,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi, Jumat (12/8/2016).

Program wajib Madin ini memang berawal dari program Pemprov Jatim sebagai upaya melibatkan pesantren dalam rangka memberikan pendidikan agama kepada siswa. Pemkab Pasuruan menyambut program tersebut sehingga muncullah program Wajib Madin Kabupaten Pasuruan.

“Di Jatim hanya Kabupaten Pasuruan yang menjalankan wajib Madin ini,” terang Iswahyudi.

Meski demikian, dana tersebut hingga saat ini belum bisa dicairkan “karena masih menunggu PAK,” imbuh Iswahyudi.

Dari rincian yang didapat, setiap guru Madin akan menerima honor Rp300.000/bulan. Sementara siswa Madin tingkat awal (SD) menerima uang transport Rp15.000/bulan dan tingkat menengah (SLTP) Rp25.000/bulan.

Saat ini proses pendaftaran siswa wajib Madin tengah berlangsung. “Data siswa wajib Madin yang sudah masuk lebih dari 90 persen,” pungkas Iswahyudi. (fyd/fyd)