Workshop Air Besih dan Sanitasi USAID-IWINS Berlangsung Interaktif

390

Pasuruan (wartabromo) – Workshop Berbagi Cerita Air Bersih dan Sanitasi (ARSANI) di Pendopo Kantor Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, yang digelar USAID-IWINS, Selasa (27/9/2016), berlangsung menarik. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan pada empat narasumber yang hadir.

IMG_20160927_171322Workshop yang dikemas dalam diskusi santai Gahwa Ra’se (Ngopi Asik) ini mengambil tema ‘Air Bersih dan Sanitasi Bukan Lagi Menjadi Persoalan Pribadi Namun Menjadi Persoalan Bersama.’ Diskusi dimulai pukul 14.00 – 16.00 WIB.

Sejumlah narasumber dihadirkan dalam diskusi ini antara lain Arief Lukman Hakim, Project Manager IWINS; Gunawan Wibisono, Akademisi; Misbah Zunib; Kepala Dinas PU dan Cipta Karya Kabupaten Pasuruan serta Gustav Purwoko, Kabid Pemukiman dan Perumahan Dinas PU dan Cipta Karya Kota Pasuruan.

Para narasumber memberikan pemaparan sesuai bidangnya masing-masing.

Arief Lukman Hakim, Project Manager IWINS, memaparkan sejumlah program yang dijalankan selama tiga tahun, di antaranya pendampingan dan pendidikan kesadaran akan pentingnya air bersih dan sanitasi serta program fisik seperti pembuatan IPAL Komunal, instalasi air bersih dan lainnya.

Gunawan Wibisono mengatakan bahwa masalah air bersih dan konservasi daerah tangkapan bukan hanya tanggungjawab pemerintah, melainkan seluruh masyarakat mulai perusahaan, LSM dan warga.

Sementara Misbah Zunib serta Gustav memaparkan pemerintah punya usaha dalam membangun sanitasi dan instalasi air bersih. Hanya saja, karena sejumlah kendala seperti wilayah yang sangat luas, keterbatasan anggaran dan mentalitas masyarakat, kadang program-program menemui kesulitan.

“Makanya dengan adanya lembaga seperti USAID-IWINS ini akan membantu pemerintah,” kata Misbah Zunib.

Setelah paparan narasumber, moderator Abdus Syukur, lalu membuka sesi pertanyaan yang langsung disambut acungan tangan para peserta.

Abdul Karim, peserta perwakilan dari Ansor, mempertanyakan bagaimana menjaga kualitas air sungai yang penuh sampah.

Joko Harianto, wartawan MNCTV, mengeksplor kawasan Beji, Gempol dan Pandaan yang ‘ditumbuhi’ ribuan perusahaan. Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan debit air menurun.

Menjawab hal tersebut, para narasumber menyampaikan jawaban sesuai tupoksi. Di antaranya harus ada konservasi besar-besaran yang melibatkan seluruh perusahaan melalui dana CSR.

Soal sampah di sungai, Gunawan Wibisono, mengusulkan agar peran aktif masyarakat lebih ditingkatkan.

“Kalau ada yang buang sampah sembarangan ke sungai tolong difoto lalu disebar atau diunggah ke media sosial. Ini bisa jadi syok terapi,” katanya.

Masih banyak lagi hal-hal prinsip dan tehnis yang disampaikan narasumber.

Para peserta juga masih banyak yang berniat bertanya. Namun karena waktu yang terbatas, diskusi harus diakhiri. (fyd/fyd)