Dinilai Sukses Tumbuhkan UMKM, Bupati Pasuruan Raih Penghargaan Natamukti ICSB

320

Pasuruan (wartabromo) – Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mendapatkan penghargaan “Natamukti” ICSB Indonesia City Award 2016, sebuah penghargaan yang diberikan oleh International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, sebuah organisasi nirlaba international yang didirikan pada tahun 1955.

Kabupaten Pasuruan dianggap layak mendapatkan penghargaan untuk kategori “Natamukti Satria”, lantaran berhasil mempromosikan kearifan lokal dan menciptakan investasi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) secara berkelanjutan.

Alasan Pemerintah Kabupaten Pasuruan di bawah kepemimpinan Bupati Irsyad telah terbukti dan mampu untuk mendorong tumbuh kembangnya UMKM menjadi berdaya saing dan siap menghadapi pasar bebas. Selain itu, Pemkab Pasuruan secara bertahap telah terbukti konsisten dalam mendorong UMKM dalam hal permodalan, baik melalui APBD (Anggaran PendapatanĀ  dan Belanja Daerah) maupun dengan cara lain seperti CSR (Cooperate Social Responsibility) perusahaan maupun lembaga keuangan non perbankan.

“Kami memberikan apresiasi untuk Kabupaten Pasuruan yang telah berubah dari segala hal. Saya melihat banyak hal yang baru di Kabupaten Pasuruan, terutama UMKM yang terus berkembang, terus bertambah tapi mereka berdaya saing. Itulah yang membuat kami merasa bahwa Kabupaten Pasuruan layak untuk menerima penghargaan ini,” kata President ICSB Indonesia, Hermawan Kertajaya yang menyerahkan penghargaan tersebut kepada Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf disaksikan oleh Menteri Koperasi dan UKM, A.A.G.N Puspayoga dalam acara ICSB Indonesia City Award 2016 “Natamukti”, di Harris Hotel and Residences Sunset Road, Bali, Selasa (29/11/2016) malam.

Sementara itu, Bupati Irsyad menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya tak lepas dari doa dan dukungan semua pihak dalam menciptakan UMKM yang bukan hanya ada dan berada, akan tetapi siap untuk menciptakan produk yang cantik, berkualitas dan berdaya saing.

“Banyak sekali produk-produk kita yang bagus seperti batik dan bordir, aneka makanan dan minuman, hingga kerajinan tangan. Saya hanya mendorong mereka untuk terus menciptakan inovasi pada produk mereka agar siap menghadapi persaingan pasar, apalagi MEA (masyarakat ekonomi ASEAN),” terangnya.

Lebih lanjut Irsyad menambahkan, jumlah UMKM di Kabupaten Pasuruan mencapai 257.144 unit, terdiri dari usaha makro sebanyak 245.028 unit, usaha menengah 992 unit dan usaha kecil 11.124 unit.

Seluruh jumlah UMKM terus mengalami peningkatan dalam 3 tahun terakhir, yakni tahun 2013 sebanyak 250.154 unit dan tahun 2014 sebanyak 252.984 unit. Keseluruhan UMKM tersebut terus dibina melalui program Satrya Emas (strategi layanan ekonomi maslahat) yang telah dilaunching mulai tahun 2015 lalu.

“Kita lakukan pendampingan kepada semua UMKM secara bertahap, kemudian kita bentuk layanan informasi bisnis, konsultasi bisnis, klinik UMKM dan berbagai macam pelatihan seperti pelatihan managemen dan pemasaran produk via online sampai dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa menyertakan jaminan fisik. Semua itu untuk kemaslahatanĀ  semua UMKM di Kabupaten Pasuruan,” jelasnya. (*/**)