3 Sekolah di Kabupaten Pasuruan Raih Predikat Adiwiyata Nasional

1038

Pasuruan (wartabromo.com) – Menjelang penghujung tahun 2016 , Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Lingkungan Hidup kembali memberikan sertifikat penghargaan kepada 3 sekolah menengah di Kabupaten pasuruan yang lolos sebagai sekolah berbasis lingkungan tingkat nasional.

Ketiga sekolah tersebut adalah SMPN 2 Bangil, SMPN I Pohjentrek dan SMPN 1 Grati.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi, untuk dapat meraih predikat sebagai sekolah adiwiyata nasional, setiap sekolah dituntut untuk dapat melakukan lompatan, baik passing grade maupun 4 komponen penting, yakni kebijakan, kurikulum, partisipasi, dan sarana prasarana.

“Kita bangga sekali dengan semakin bertambahnya jumlah sekolah di kabupaten pasuruan yang mendapat predikat sebagai sekolah cinta lingkungan, ” terangnya.

ADIWIYATA

Dirinya menargetkan, ketiga sekolah tersebut akan naik level menjadi sekolah adiwiyata mandiri pada tahun 2017 mendatang. Hal itu diakuinya, setelah melihat kesiapan dari seluruh sekolah tersebut untuk meraih predikat baru.

Sementara itu, Maskun Rochman, Kepala SMPN 2 Bangil mengungkapkan, untuk mencapai predikat sebagai sekolah adiwiyata nasional, pihaknya telah mengembangkan banyak program, di antaranya pengembangan kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, serta pengelolaan sarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan, yakni mewujudkan sarana dan lingkungan sekolah yang asri, rindang, tertib dan bersih.

“Kita punya kegiatan yang kita namakan Gasing atau gerakan bersih lingkungan. Hal itu kita lakukan setiap hari, di mana sebelum bel masuk sekolah berbunyi, semua sekolah membersihkan sampah di masing-masing kelas atau di depan kelas, supaya mereka semua memahami bahwa kebersihan itu penting,” ucap Maskun saat ditemui di sekolahnya.

Begitu juga dengan Sugeng Suprayoga, Kepala SMPN 1 Grati yang melihat kekompakan semua penghuni sekolah dalam membudayakan peduli lingkungan.

“Silahkan datang ke sekolah kami, dan saya yakin tidak akan ditemui sampah yang berserakan. Semuanya karena sudah dilandasi kesadaran untuk mencintai lingkungan,” ungkapnya. (mil/yog)