Sebatang Kara, Rumah Nenek yang Hancur Diterjang Banjir Berdiri di Lahan Orang Lain

870

Bangil (wartabromo.com) – Rumah Sartika, janda tanpa anak berusia 80 tahun warga Tambakan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, hancur diterjang banjir. Rumah kayu sangat sederhana itu berdiri di sisi sungai. Sungai yang meluap menghanyutkan rumahnya.

Hampir seluruh material kayu rumahnya terbawa arus dan hanya menyisahkan beberapa balok kayu dan dipan bambu. Selain rumahnya hanyut, seluruh ‘hartanya’ juga amblas.

Jangan berpikir nenek Sartika punya harta berupa barang mewah atau simpanan perhiasan. Satu-satunya harta yang selama ini jadi sumber penghasilan adalah sejumlah ayam ternak. Telur-telur ayam tersebut ia jual dan uangnya untuk menjaga dapur tetap mengepul.

“Saya sempat kelabakan mencari ayam-ayam saya,” ujar Sartika berbincang dengan wartabromo.com, Selasa (20/12/2016).

Baca Juga :   Jelang Libur Imlek, Jalur Gempol-Purwodadi Nyaris Lumpuh

Namun sayang, usahanya mencari hewan ternak dan sejumlah perabotan rumah tangga tidak berbuah hasil. Ia hanya bisa pasrah. Sementara menunpang di rumah tetangga. Maklum, janda Sartika tidak memilik anak yang bisa jadi ‘penyanggah’ masa tuanya.

IMG_20161219_160041Bahkan, rumah yang selama ini ia tempati dan tempat berlindung dari panas dan hujan, berdiri di tanah orang lain. Hal itu ketahui saat pemerintah daerah memproses usulan pembangunan kembali rumah Sartika yang hancur.

“Rumah itu berdiri di lahan orang lain. Jadi proses pembangunan rumah harus mendapat persetujuan dari yang punya tanah,” kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana.

Menurut Bakti, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala desa dan camat untuk mengurus administrasi agar bantuan pembangunan rumah dari pemerintah tidak melanggar aturan.

Baca Juga :   Laga Awal Motocross Bupati Cup Berlangsung Seru, Banyak Crosser Terjatuh

“Alhamdulillah yang punya tanah mengizinkan lahannya dibangun lagi rumah untuk ditempati Bu Sartika,” jelas Bakti tanpa menyebut identitas pemilik tanah.

Menurut Bakti, pihaknya tengah memproses pemberian bantuan perbaikan atau pembangunan rumah Sartika, termasuk harus ada usulan kepada bupati, kelengkapan berkas, juga membuka rekening untuk penyaluran dana bantuan.

BPBD sudah sudah koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, camat dan kades dan diharapkan sebelum pergantian tahun sudah terealalisasi. “Dana bantuan sosial tak terduga yang memang biasanya digunakan untuk korban bencana,” jelasnya.

Janda Sartika mengaku sangat bahagia. Menahan tangis ia mengucapkan terima kasih karena rumahnya kembali dibangun. “Alhamdulillah, masih punya tempat tinggal di masa tua,” ujar Sartika. (fyd/fyd)