Ketua Dekranasda Kabupaten Pasuruan Ajak CSR Perusahaan ‘Goes To Public’

849

Gempol (wartabromo.com) – Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Pasuruan, Ny Lulis Irsyad Yusuf mengajak semua perusahaan yang memiliki CSR (cooperate social responsibility) di bidang pemberdayaan masyarakat dan kerajinan lokal untuk “goes to public”.

Ajakan tersebut disampaikan Lulis di sela-sela membuka Batik Fashion Design dan Sewing Workshop (seminar menjahit) yang digagas oleh PT Sorini Towa Berlian Corporindo, Beji, Rabu (1/3/2017).

Menurutnya, CSR adalah sebuah kwajiban yang telah diatur oleh Undang-Undang, sehingga selayaknya harus dilaksanakan oleh semua perusahaan yang berinvestasi di suatu daerah, salah satunya di Kabupaten Pasuruan.

“Memang masih banyak yang belum melaksanakan CSR nya dengan baik. Akan tetapi saya sangat mengapresiasi langkah PT Sorini dalam memberdayakan sekaligus melatih para ibu-ibu di sekitar Kecamatan Beji dalam keterampilan membatik, menjahit dan membordir,” kata Lulis dalam sambutannya.

WhatsApp Image 2017-03-01 at 13.31.44-1

Selain PT Sorini, Lulis juga menyebutkan beberapa perusahaan lain yang juga telah merealisasikan program CSR nya, sebut saja PT Amerta Indah Otsuka dengan pengembangan posyandu, polindes hingga program penghijauan, PT Telkom Indonesia dengan usaha memintarkan ibu-ibu di beberapa wilayah, serta perusahaan lainnya. Akan tetapi, jumlah perusahaan yang telah menjalankan CSR nya masih jauh dari harapan.

“Semoga saja tahun ini semakin banyak perusahaan yang memahami betapa pentingnya CSR memberikan dampak bagi warga sekitar perusahaan itu sendiri. Kalau sudah berbagi dengan warga, Insya Allah akan langgeng karena didoakan oleh mereka,” jelasnya.

Sementara itu, khusus untuk Batik Fashion Design dan Sewing Workshop (seminar menjahit), PT Sorini Towa Berlian Corporindo melibatkan 25 ibu-ibu dari Beji untuk dilatih menjahit, membatik dan membordir selama 2 bulan. Selama menjalani pelatihan, mereka dibekali dengan peralatan yang nantinya bisa dibawa pulang.

“Terima kasih, apalagi nanti mesin jahit ini bisa dibawa pulang, jadi tambah senang lagi,” ungkap Rifatul (37), salah seorang peserta pelatihan. (mil/yog)