Cari Orangtua Bayi dalam Tas, Polresta Gandeng Biddokkes Polda

462

Sumberasih (wartabromo.com) – Polres Probolinggo Kota berupaya keras menemukan pembuang atau orang tua bayi yang ditemukan warga Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih. Selain membongkar makam bayi itu, polisi akan melakukan otopsi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP. Suwancono, mengatakan hari ini pihaknya akan melakukan otopsi pada bayi malang itu di Rumah Sakit dr. Moh Saleh. Otopsi ini melibatkan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim yang datang ke Probolinggo.

“Hari ini kami lakukan otopsinya, cuman belum dipastikan kapan jam pelaksanaanya,” ujarnya, Selasa (21/3/2017).

IMG-20170320-WA0067

Kemarin, menurut AKP. Suwancono, pihaknya langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP), ketika menerima laporan terkait penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki itu. Unit Identifikasi kemudian melakukan olah TKP guna mendapat data-data kejadian. Selain itu, polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi, seperti penemu bayi, kepala desa dan bidan desa.

Namun sejauh ini, polisi belum mendapatkan titik terang siapa pelaku pembuang bayi itu atau siapa orang tuanya. “Karena itu kami melakukan otopsi untuk mengungkap kasus ini. Sejauh ini kami belum mencurigai penduduk setempat yang diduga kuat pelakunya,” tuturnya lebih lanjut.

Sebagaimana diberitakan wartabromo.com, pada Senin (20/3/2017) pagi, warga Pulau Gili Ketapang digemparkan penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki dalam tas. Bayi malang itu ditemukan Markieh (40), warga Dusun Mardian, Rt 18, RW 5, yang hendak mandi di pantai timur pulau itu.

Penemuan bayi itu, membuat  berbondong-bondong menuju tempat kejadian perkara (TKP) yang berada selatan gua kucing. Bayi yang masih dibungkus tas itu, kemudian dibawa ke rumah Markiyeh, untuk dimandikan dan dikafani oleh warga.

“Kemarin oleh warga dikubur sebelum polisi datang. Warga juga sempat bertanya-tanya kenapa makamnya dibongkar dan bayi itu dibawa ke kota,” ujar Sumari, salah satu warga Gili Ketapang. (saw/saw)