Rutan Kraksaan Komitmen Tolak Pungli Dan Narkoba

417

Kraksaan (wartabromo.com) – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) maupun Rumah Tahanan (Rutan), acapkali dicap sebagai sarang peredaran narkoba dan pungli. Rutan Kelas IIB Kraksaan pun berkomitmen untuk menolak dan mencegah terjadinya pungli dan narkoba di dalam rutan. Salah satu caranya adalah dengan menggelar Apel siaga, pada Jumat (31/3/2017) di dalam rutan.

Kegiatan yang diikuti petugas dan undangan ini, berslogan ‘Kami Kerja Pasti Bersih Melayani’ dengan tema ‘Membangun Integritas Melalui Revolusi Mental’.

Kepala Rutan kelas IIB Kraksaan Mohamad Kafi, mengatakan bahwa sebagai salah satu institusi penegak hukum, Kementerian Hukum dan HAM terus melakukan pembenahan. Yakni melalui upaya reformasi hukum dengan melakukan pemberantasan pungli dan peredaran gelap narkoba. Sehingga mewujudkan pemerintahan yang bersih, jujur dan adil.

IMG-20170331-WA0062

 

“Ya sesuai amanatM MenteriHukum dan Ham Yasona Laoly, petugas rutan itu harus bersih dan berani untuk menolak pungli. Selain itu, juga siaga dan cermat atas modus-modus yang dilakukan pengguna atau pengedar narkoba untuk memasukkan barang itu ke dalam rutan,” ujarnya.

Karutan juga menyebutkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya pungli dan peredaran gelap narkotika di dalam rutan. Peringkatan sarana dan prasarana pengamanan, penggeledahan hunian secara rutin dan insidentil, pelarangan pengguanaan alat komunikasi.

“Kami akan memberikan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat kepada para oknum petugas pemasyarakatan yang diindikasikan terlibat juga telah dilaksanakan,” kata pria asal Sumenep ini.

Selain itu, untuk memberi pelayanan yang nyaman kepada warga binaan, Rutan Kraksaan juga melakukan penandatanganan MoU dengan beberapa Instansi terkait. Diantaranya Puskesmas Kraksaan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Probolinggo, serta lembaga pelatihan keterampilan.

“MoU ini guna mewujudkan tercapainya keamanan dan kenyamanan, serta untuk mewujudkan komitmen bersih dan melayani. Warga binaan dapat belajar dan memiliki keahlian ketika sudah kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (saw/saw)