Angka Kriminalitas dan Laka Lantas di Probolinggo Meningkat

844

Probolinggo (wartabromo.com) – Tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Probolinggo dari tahun ke tahun cenderung terus meningkat. Padahal, berbagai upaya penindakan telah dilakukan aparat penegak hukum terhadap pelaku kriminal di Kabupaten Probolinggo.

Meningkatnya angka kriminalitas diamini oleh Kapolres Probolinggo AKBP. Fadly Samad. Berdasarkan data Polres Probolinggo, sepanjang tahun 2017 telah terjadi 889 kasus kriminal.

Angkaini meningkat sebanyak 152 kasus dari tahun 2016, yang hanya sebanyak 737 kasus. Kasus kriminal diantaranya meliputi curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), penipuan, pencabulan hingga ujaran kebencian.

Sedangkan untuk kasus minuman keras (miras), yang pada tahun 2017 menyentuh kisaran 30 kasus dengan barang bukti sitaan 693 botol miras berbagai merk. Kasus miras tahun ini meningkat sebanyak 10 kasus, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Meski meningkat, Kapolres mengatakan hal itu berbanding lurus dengan penyelesaian kasus. Tahun 2017 sebanyak 652 kasus dapat kami selesaikan, sedangkan pada tahun 2016 hanya 495 kasus, sehingga ada peningkatan sebanyak 157 kasus. “Memang ada peningkatan, namun kami juga mengalami peningkatan dalam hal penyelesaian kasus,” katanya, Selasa (2/1/2018).

Tak hanya kriminalitas yang naik, kasus laka lantas juga meningkat. Dimana tahun 2017 terdapat 521 kejadian dengan korban meninggal 75 orang, luka berat 8 orang dan luka ringan 746 orang. Kenaikan laka lantas sebanyak 57 dibandingkan tahun 2016.

Sementara untuk kasus narkoba, trennya justru menurun meskipun hanya satu kasus. Tahun ini ditemui sebanyak 89 kasus dan pada tahun 2016 petugas mendapati 90 kasus. Adapuan barang bukti temuan adalah 32,09 gram sabu-sabu (SS),18.057 butir pil trex, 24.202 butir pil dextromethopan dan 79 unit ponsel.

Mantan Kapolres Tuban ini, mengatakan untuk menekan angka kriminalitas dan miras memasuki tahun 2018, pihaknya bakal memprioritaskan pencegahan dini dibanding upaya penindakan. Ia juga berharap partisipasi masyarakat untuk membuat wilayah hukum Polres Probolinggo aman dan kondusif.

Tentunya dengan dukungan dari masyarakat dan instansi terkait. Kami juga akan lebih memaksimalkan aplikasi Bromo Perkasa, targetnya dalam 5 menit kami sudah dapat menindaklanjuti laporan masyakarat,” tutup mantan Kapolres Tuban ini. (cho/saw)