Korban Banjir Gelisah, Polresta Pasuruan Bantu Bahan Makanan dan Pengobatan Gratis

962

Pasuruan (wartabromo.com) – Kegelisahan warga pasca banjir yang melumpuhkan jalur pantura wilayah Kraton selain pemukiman di Kota/Kabupaten Pasuruan, sepertinya patut menjadi perhatian. Pasalnya, pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makanan dan kesehatan, saat ini dinilai sepatutmya terpenuhi.

Diketahui, sejumlah pihak telah bersama-sama memberikan bantuan, ketika banjir menerjang dan melumpuhkan jalan raya Kraton, kemarin. Setidaknya, dapur umum yang dibuka BPBD Kota/Kabupaten Pasuruan, telah mencoba penuhi kebutuhan dasar kepada korban. Malah sejumlah lembaga seperti LazisNU pun tidak ketinggalan, memberikan bantuannya, berupa ratusan nasi bungkus pada korban banjir.

Hanya saja, problem pasca bencana, sepertinya patut mendapat perhatian. Ihsan, warga Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan mengungkapkan, banyak warga saat ini membutuhkan uluran tangan, terutama makanan hingga pemenuhan jaminan kesehatan. Disebutkan oleh Ihsan, warga butuh waktu untuk melakukan pemulihan, sehingga nanti dapat beraktifitas normal seperti semula.

Baca Juga :   6 Butir Peluru Lumpuhkan Begal Motor di Pasuruan

“Ya bagaimana, pekerjaan kita terbengkalai. kita saja masih belum beres bersih-bersih karena banjir,’ ujar Ihsan, Jumat (23/2/2018).

Dari pantauan kemudian diketahui, Polres Pasuruan Kota (Polresta) berikan bantuan pemeriksaan kesehatan dan makanan kepada warga korban banjir.

Kapolresta, AKBP Rizal Martomo mengatakan, bila bantuan tersebut bagian dari kepedulian, terkait bencana yang dialami warga. “Bantuan ini agar bisa meringankan beban korban banjir,” kata Rizal Martomo.

Selain itu, beberapa bahan makanan juga dibagikan, diantaranya beras, mie instan, susu, dan air mineral. Bantuan diserahkan langsung di Kantor Kepala Desa Tambakrejo, Kraton Pasuruan.

Tercatat wilayah Kraton, Kabupaten Pasuruan terdapat 1.287 KK (kepala keluarga) terdampak banjir. Sedangkan wilayah Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan, yakni di Kelurahan Karangketug serta Kelurahan Randusari, sebanyak 2.187 KK, disebut-sebut jadi korban banjir. (trd/may)