Warga Tembokrejo Keluhkan Jalan Berlubang dan Debu Imbas Proyek Tol Gempas

1021

Pasuruan (wartabromo.com) – Warga Kelurahan Tembokrejo, Kota Pasuruan keluhkan pengerjaan Tol Gempol–Pasuruan (Gempas) seksi 3A. Pasalnya, proyek nasional ini membuat jalan rusak, menimbulkan debu hingga rumah rusak.

Keluhan imbas proyek tol tersebut diantaranya, setelah beberapa warga dan pengguna jalan terjatuh di jalan berlubang, terlebih pada malam hari. Selain itu apabila waktu hujan, lubang jalan menjadi kubangan air sehingga membahayakan bagi para pengendara motor.

Warga sebelumnya sempat akan melakukan aksi, perihal debu dan jalan rusak tersebut. Tapi mereka mengurungkan niatnya, setelah pihak tol sanggup bertanggung jawab. Warga pun hanya memasang banner sebagai bentuk protes.

“Kami sebenarnya mau demo, berhubung pihak tol sanggup tanggung jawab, ya kami cuma masang banner saja,“ ungkap salah satu warga kepada Wartabromo.com beberapa waktu lalu.

Banner tersebut berada di jalan masuk sebelah timur serta sebelah barat, yang juga berbatasan langsung dengan Jl. Kh Mansyur, Kota Pasuruan.

Keluhan warga tentang jalan berlubang dan berdebu akibat pembangunan jalan tol itu, mendapat perhatian dari PT Wika (Wijaya Karya), selaku pelaksana.

Very Santoso, Humas PT Wika mengatakan, pihaknya tetap konsekuen terhadap perbaikan jalan, meskipun ia juga menyampaikan, yang melewati jalan tersebut bukan hanya kendaraan material tol Gempas saja, tetapi yang lain juga menggunakan jalan itu.

“Untuk jalan berlubang ya kita tambal, untuk jalan berdebu juga kita siram kalau ada kerusakan rumah warga juga akan kita perbaiki,” kata Very kepada wartabromo.com kemarin.

Ia juga menyampaikan warga yang merasa sakit akibat debu dari pengerjaan tol, akan dibantu dengan mengadakan pengobatan gratis.

Seperti diketahui, Tembok SD Pleret 1 dan beberapa rumah warga sempat mengalami keretakan. Hingga kini proyek pembangunan jalan Tol Gempas seksi 3A, sepanjang 6,6 kilometer, mulai Pleret hingga Karangpandan masih terus dikebut pengerjaannya. (wil/ono)