Blusukan ke Pesantren Probolinggo, Puti Janjikan Madin Plus

1102

Probolinggo (wartabromo.com) – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno blusukan ke sejumlah pesantren di Kabupaten Probolinggo. Ia mempromosikan program ‘Madin Plus’ yakni rencana kebijakan anggaran untuk memperkuat lembaga madrasah diniyah (Madin).

Rencana kebijakan tersebut disampaikan Puti Guntur Soekarno saat bersafari politik ke Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo, Rabu (14/3/2018). Namun, sebelum mengemukakan kebijakan itu, di hadapan ribuan santri dan alumni Pesantern Genggong, berorasi kebangsaan. Disebutnya, antara kaum nasionalis, seperti kakeknya, memiliki ikatan komunikasi dengan para kiai Nadhlatul Ulama (NU), seperti KH. Hasyim Asyari, terkait perkembangan dan pembangunan bangsa Indonesia.

“Jika kakek saya minta sepuluh pemuda untuk mengoncang dunia, maka beri saya sepuluh santri dan satriwati untuk menguncang Jawa Timur,” gelegar cucu Proklamator Republik Indonesia Soekarno itu, saat berorasi.

Puti kemudian menuturkan, ketika dirinya ditunjuk untuk menjadi wakil Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), ingin memperkuat hubungan antara ulama dengan kaum nasionalis.

“Gus Ipul dan saya kemudian menggagas program ‘Madin Plus’. Disebut ‘plus’ karena kami berdua ingin menambah dan memperluas penerima Biaya Operasional Santri Madrasah Diniyah,” ujar Puti.

Program itu, kemudian dicantumkan dalam dokumen visi-misi dan janji kerja Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno, pasangan nomor 2. “Plus berikutnya adalah melanjutkan dan memperluas insentif bagi khafidz dan khafidzah, ustad dan ustadzah Madrasah Diniyah, maupun Pesantren,” terang putri Guntur Soekarnoputra itu.

Bersama Gus Ipul, dirinya ingin meletakkan pondok pesantren dalam posisi sangat penting dan strategis. Yaitu sebagai tempat untuk mencetak generasi penerus unggul dan berakhlak. “Penguatan peran pondok pesantren sebagai pusat pendidikan agama dan akhlak,” tandasnya.

Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Mohamad Hasan Saiful Islam, menceritakan, hubungan antara Puti Guntur dengan keluarga besar Pesantern Genggong, sangat dekat. Sebab, antara kakek keduanya pernah menjalin hubungan yang sangat erat pada jaman kemerdekaan.

Apalagi, majunya Gus Ipul dalam Pilgub Jawa Timur juga berawal dari musyawarah para kiai di Pesantren Genggong. Yang kemudian difinalkan di Pondok Pesantren Bumi Shalawat Tulangan Sidoarjo. “Memang sejak dulu, antara hijau (ulama, red) dengan merah (nasionalis, red), punya hubungan yang sangat erat dan selalu bergandengan. Tentunya dengan program dari Gus Ipul dan Mbak Puti, sangat menarik bagi kalangan pesantren,” kata kiai yang akrab dipanggil Non Beng ini.

Pasca dari Pesantren Zainul Hasan Genggong, Puti Guntur Soekarno melanjutkan safari politiknya ke sejumlah pesantren lain di Kabupaten Probolinggo. Diantaranya Pondok Pesantren Nurul Jadid Tanjung, Kecamatan Paiton, Pondok Pesantren Nurul Qodim Kalikajar, Kecamatan Paiton, dan berakhir di Pondok HATI Toroyan, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan. (saw/saw)