Panen Kentang Bromo, Ini Janji Khofifah ke Petani Suku Tengger

2320

Probolinggo (wartabromo.com) – Khofifah Indar Parawansa kembali mengunjungi Kabupaten Probolinggo dengan melakukan panen kentang bersama warga Suku Tengger di Lereng Gunung Bromo, Kamis (15/3/2018). Khofifah berjanji bakal sejahterakan petani kentang di tengah ketidakseimbangan bibit dan harga jual.

Khofifah mendatangi area tanaman kentang di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Calon Gubernur Jawa Timur itu, lalu melakukan panen raya sembari mendengarkan keluh kesah petani di lereng Gunung Bromo ini. Tak sampai 15 menit, Khofifah berhasil panen sekitar 20 kilogram kentang.

Kepada paslon nomor urut 1 itu, petani mengeluhkan harga bibit dan obat-obatan serta pestisida yang sangat mahal. Harga keduanya, tak sebanding dengan harga jual kentang milik petani yang hanya seharga Rp. 7 ribu per kilogram. Petani mengaku rugi jika harga jual kentang tak sampai Rp. 10 ribu per kilogram.

“Kami rugi karena harga obat-obatan yang mahal. Ditambah saat ini, sedang panen raya dan stok melimpah. Padahal kentang merupakan salah satu tanaman pertanian unggulan warga Suku Tengger Bromo,” kata Hasmar, salah satu petani.

Khofifah mencoba mendengar keluhan petani, dengan berjanji akan mensejahterakam petani Tengger. Caranya dengan menekan harga bibit dan pestisida khusus tanaman khas Tengger.

“Salah satunya adalah kecukupan bibit. Juga bagaimana melindungi harga jual kentang mereka dari serbuan kentang ekspor agar harganya turut terdongkrak,” kata mantan Menteri Sosial RI itu.

Kawasan lereng Gunung Bromo, yang berada di 4 kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang, diperkirakan dihuni oleh hampir satu juta kepala keluarga. Mereka menggantungkan hidupnya dari bercocok tanam kentang, kubis, serta bawang preh. (saw/saw)