Dorong Pengembangan Biogas Komunal, Kementerian ESDM Sasar Ponpes di Pasuruan

388

Wonorejo (wartabromo.com) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) coba menyasar pondok pesantren (Ponpes) untuk dorong penggunaan biogas komunal. Kali ini pembangunan instalasinya dikembangkan di Ponpes Terpadu Al-Yasini di Desa Areng-areng, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/4/2018).

Menteri ESDM, Ignasius Jonan menyebutkan, pembangunan instalasi ini merupakan upaya mendorong penggunaan biogas komunal berbasis potensi terbarukan setempat.

Ponpes modern di Wonorejo ini dipilih lantaran memiliki jumlah santri mencapai lebih 3.000, terdiri santri putra sekitar 1.800 dan putri 1.200.

Secara teknis kemudian dijelaskan, Instalasi biogas komunal tersebut mengolah limbah (kotoran) manusia untuk dijadikan biogas. Instalasi meliputi 50 unit WC, digester biogas dengan kapasitas 2×12 meter kubik tipe fixed dome beton. Ditambah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dengan kapasitas 180 meter kubik, 2 unit lampu biogas dan 4 unit kompor biogas.

Diperkirakan kapasitas digester biogas sebesar 24 meter kubik dengan menghasilkan gas sebanyak 81 meter kubik per bulan. Gas tersebut setara dengan 12 tabung LPG 3 kg per bulan. Biogas ini ditegaskan lebih hemat dari pengeluaran bulanan mulai dari Rp 75.000 hingga Rp 300.000.

Menteri Jonan menegaskan, biogas komunal merupakan salah satu upaya meningkatkan akses energi kepada masyarakat.

“Selain itu, mendorong pemanfaatan energi dari sumber daya yang berbasiskan potensi energi terbarukan setempat,” ujar Jonan usai peresmian instalasi biogas di Ponpes Al-Yasini.

Diungkapkan, pengelolaan biogas dari limbah dapat menciptakan pola sinergitas pengelolaan limbah yaitu pemanfaatan energi yang terjangkau dan energi yang ramah lingkungan, dimulai dari skala kecil, seperti di Ponpes ini.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Terpadu Al-Yasini, Zainudin mengatakan, pembangunan instalasi juga terdapat penambahan WC. Hal utama diaebutkan adanya instalasi pengolahan air limbah yang dapat meningkatkan kualitas pengelolaan air limbah di lingkungan pesantren.

“Penambahanan 50 WC. Itu mengurangi waktu antri,” kata Zainudin. (ono/ono)