Siswa Difabel asal Probolinggo Kirim Surat ke Presiden Jokowi, Apa Isinya?

1137

Probolinggo (wartabromo.com) – Nur Alifa Jairini (11), seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Probolinggo berkirim surat ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Ia berharap mendapat bantuan kursi roda otomatis, agar cita-citanya menjadi guru tercapai.

Dalam surat itu, gadis kecil yang biasa disapa Ifa itu, menulis ‘Salam sejahtera untuk bapak jokowi. Perkenalkan nama saya Nur Alifa Jairini biasa diapnggil Ifa, saya tinggal di Leces- Prob Jawa Timur, saya berumur 11 th kls 5 sdit al-amri Leces- Prob. Besar harapan saya ingin bertemu bapak. Bapak adlh salah satu idola saya. Saya ingin kursi roda otomatis biar mak saya tidak lagi menggendong saya. Besar harapan bapak mau membalas surat ini’.

“Saya berharap bapak Presiden Jokowi mau mengabulkan permohonan saya. Sebab dengan kursi roda otomatis, saya bisa beraktivitas tanpa harus selalu merepotkan orang lain. Mudah-mudahan itu dikabulkan, sehingga cita-cita saya menjadi guru lebih mudah,” ujar siswa yang mengalami ganguan fisik pada tangan dan kaki ini.

Ifa menuturkan, ia menulis surat tersebut karena, merasa kasihan dengan ibunya, Aminah (46). Sebab setiap harinya, ia selalu dibantu dan dijaga oleh ibunya saat beraktifitas. Pada pagi hari, ia dibonceng dengan sepeda angin untuk berangkat ke sekolahnya. Tak hanya dibonceng, ibunya itu juga menggendongnya untuk masuk kelas atau pulang. “Kasihan Mak, saya kan sudah mulai besar dan semakin berat,” tutur anak keempat pasangan suami istri, Jairin (62) dan Aminah tersebut dengan mata berkaca-kaca.

Menurut Aminah, putrinya yang lahir 26 Mei 2006 itu, selalu bercerita kalau ingin menjadi guru seperti para ustadzahnya di SDIT Al-Amri. Sehingga Ifa kemudian membulatkan tekad untuk bertemu Presiden Jokowi dan meminta bantuan kursi roda otomatis. “Sebagai orang tua tentunya saya mendukungnya, karena memang anak saya itu kemauannya kuat. Setiap pagi ia selalu bersemangat untuk sekolah,” kata Aminah.

Wanita yang tinggal di Gg Kyai Arjo RT 9 RW 6, Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo itu, tiap hari selalu mengantar anaknya dengan sepeda angin sejauh 5 kilometer pulang pergi. Disela-sela menunggu anaknya sekolah, Aminah berjualan aneka jamu. Terkadang jika ada warga yang membutuhkan jasa pijat, ia dipanggil. “Kalau penghasilannya ya ndak pasti. Sementara suami saya hanya buruh di proyek konstruksi bangunan,” ujar ibu empat anak ini. (fng/saw)