Kampanye MMC Berujung Kekerasan

450

Probolinggo (wartabromo.com) – Kampanye paslon Abdul Malik Haramain – M. Muzayyan Badri (MMC) di Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, pada Jumat (20/4/2018) malam, berujung pada kericuhan. Pasalnya, rombongan kampanye itu dibubarkan oleh Kepala Desa setempat.

Informasi yang didapat wartabromo.com, sekitar pukul 19.00 WIB, rombongan tim kampanye paslon nomor urut 2 itu, menuju rumah Tonadi, warga Desa Rangkang. Mereka sebelumnya sudah berkampanye di 4 desa, yakni Desa Bulu, Desa Kebonagung, Desa Asembakor dan Desa Kandang Jati. Selesai kampanye dari rumah Tonadi, mereka hendak melanjutkan kampanye ke Desa Kalibuntu.

Dari titik terakhir itulah, rombongan kemudian menuju Desa Kalibuntu dengan melewati pondok pesantren (Ponpes) Syeh Abdul Qodir Jailani (Saqo) yang diasuh KH. Hafidz Aminuddin. Diketahui pengasuh Ponpes ini adalah ipar dari P. Tantriana Sari, paslon nomor urut 1. Pada waktu rombongan lewat, di ponpes tersebut ada kegiatan belajar mengajar wajib bagi santri.

Agar tidak terjadi konflik antar pendukung, Kepala Desa Rangkang Sulaiman, meminta tim kampanye untuk tidak lewat ditempat itu. Apalagi sound system yang dibawa, tetap dibunyikan dengan keras.

“Dalam kampanye itu juga ada konvoi mas, sebelumnya memang ada kabar dari warga Rangkang Timur bahwa ada tim MMC yang berkampanye serta konvoi yang membuat kebisingan,” tutur Sulaiman.

Namun, permintaan Sulaiman itu tidak digubris oleh tim MMC. Bahkan ketika konvoi itu sampai di depan Ponpes Saqo, rombongan itu berhenti dan menambah daya bunyi pengeras suaranya. Padahal dalam waktu bersamaan ada proses belajar mengajar.

“Akhirnya saya samperin berniat untuk mematikan sound itu. Tapi saya labrak dan akhirnya pengeroyokan pun terjadi mas,” tambah Sulaiman.

Dalam insiden itu, Sulaiman mendapatkan pukulan di leher belakang. Juga menerima pukulan di pipi kiri serta luka pada tangan kanan yang luka. Ia kini dirawat di RSUD Waluyo Jati.

Menurut Ketua Panwascam Kraksan Abdul Muqsith, kericuhan yang terjadi bukan antar pendukung kedua paslon, yakni MMC dan HATI. Melainkan kericuhan yang melibatkan Kepala Desa Rangkang dengan tim dari MMC saat hendak berkampanye.

“Dari kami sendiri tidak ada pengawasan. Karena tim MMC belum melayangkan Surat pemberitahuan terhadap Panwaslu untuk berkampanye. Saya cari mulai dari tadi mas, titik mereka berkampanye, tapi tidak saya temukan. Mungkin untuk kelanjutannya, insiden ini akan diproses ke ranah hukum,” kata Muqsith. (cho/saw)