Anggap Merusak Umat, Terduga Teroris Maron Tolak Program Vaksinasi

1454

Probolinggo (wartabromo.com) – Terduga teroris di Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo menolak vaksinasi bagi anggota keluarganya. Alasannya, vaksin yang disuntikkan ke tubuh akan merusak umat.

Jika terduga teroris di Sumber Taman, Kota Probolinggo tak mengajarkan Pancasila pada anak didiknya. Maka di terduga teroris Maron menolak vaksinasi yang dilakukan oleh bidan untuk anak mereka. Salah satunya yang menolak adalah Buchori, terduga terorisme warga Desa Penggalangan Kidul.

Penolakan itu diungkapkan oleh Badrul Huda, Kepala Desa Pegalangan Kidul. Menurutnya, seluruh program pemerintah ditolak oleh Buchori. Termasuk program imunisasi untuk memperkuat kekebalan tubuh dari berbagai penyakit. Meski pihak bidan maupun perawat sudah menjelaskan keuntungan-keuntungan bagi anak jika mendapat vaksinasi.

Baca Juga :   Pemkab Probolinggo Buka Seleksi Guru Tidak Tetap

“Selalu ditolak meski sudah dijelaskan untung ruginya oleh petugas kesehatan. Dia beralasan vaksin dan lain sebagainnya merusak. Karena imunisasi vaksin tidak ada dalam Islam,” ujar Badrul Huda, Sabtu (2/6/2018).

Buchori menurut Kades, lebih mempercayai pengobatan dengan menggunakan madu yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Buchori bahkan menyebut obat-obatan tersebut memang sengaja dikemas untuk merusak umat.

Ia juga menyebut bahwa Pemdes selama ini tidak mengetahui aliran apa yang diikuti Buchori. Pihak desa pun membiarkan, selama tidak mengganggu masyarakat sekitar. Apalagi Buchori dikenal individu yang tertutup.

“Meskipun di depan rumahnya ada musala, namun Buchori lebih memilih salat di daerah Wonorejo bersama kelompoknya disana. Tetapi saya tidak dia ikut aliran apa,” kata Kades.

Baca Juga :   34 Perusahaan Raih Zero Accident, Bupati Pasuruan Terima Penghargaan Pembina K3

Sebagaimana diwartakan, Buchori (49), warga Desa Pegalangan Kidul diamankan Densus 88 Anti Teror pada Selasa malam (29/5/2018). Selain itu kakak dan adiknya, yakni Kamal (52), dan Karibun Subagio (48), warga Desa Wonorejo, Kecamatan Maron, juga diciduk pada malam yang sama. (cho/saw)