Pengemis Serbu Jamaah Shalat Id di Alun-alun Kota Probolinggo

2074

Probolinggo (wartabromo.com) – Seluruh umat Islam di Indonesia hari ini merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan. Puluhan pengemis pun sudah mulai mengambil posisi mereka untuk meminta rejeki dari para jemaah salat Kota Probolinggo, Jumat (15/6/2018).

Ribuan jamaah tampak memadati masjid Agung Ar-Raudlah sejak pukul 05.30 WIB. Jamaah yang tak tertampung, mengambil posisi di Alun-alun Kota Probolinggo. Tempat ini letaknya di timur masjid dan hanya dipisahkan oleh jalan raya.

Bukan hanya mereka yang ingin menunaikan ibadah salat Idul Fitri saja yang datang. Para pengemis juga berdatangan untuk meraup rejeki musiman saat lebaran. Kebanyakan mereka berasal dari luar Kota Probolinggo.

Tak hanya di Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Probolinggo, pemandangan yang sama juga tampak di Stadion Bayuangga. Para pengemis berjejer rapi di jalan raya di sekitar stadion di Kota Mangga ini.

Baca Juga :   Bidik Pemilih Milenial, Khofifah Blusukan Pesantren di Probolinggo

Sania (50), salah seorang pengemis mengaku datang dari Besuki, Kabupaten Situbondo, bersama suami dan anaknya. Biasanya, kata Sania, dengan menjadi pengemis, ia bisa meraup rejeki ratusan ribu. “Lumayan bisa buat beli baju lebaran anak dan bayar utang,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Sumiati (53), pengemis lainnya. Sumiati juga warga Besuki sehari-harinya bekerja sebagai pemulung. Namun, saat hari lebaran ia beralih profesi menjadi seorang pengemis. “Lebih banyak dapatnya. Ya sekali-kali saja buat tambahan belanja keluarga,” kata Sumiati.

Warga Kota Probolinggo sepertinya tak keberatan dengan keberadaan para pengemis itu. Meski kadang membuat para jamaah risih, setidaknya mereka bisa mengajarkan kepada anaknya untuk berbagi rejeki di hari nan suci ini.

Baca Juga :   Puluhan Ribu Jamaah Padati Haul Kyai Hamid

“Keberadaan mereka mengingatkan pada kita, bahwa ada sebagian rejeki yang harus kita sisihkan bagi kaum dhuafa. Bisa mengajarkan kepada anak-anak untuk berempati orang lain yang membutuhkan uluran tangan. Saling berbagi dengan sesama,” kata Abdul Ghoni, salah satu jemaah salah id. (fng/saw)