Jelang Coblosan, Elektabilitas Handal Menguat

531


Probolinggo (wartabromo.com) – Menjelang pemilihan Walikota Probolinggo pada 27 Juni 2018 mendatang, elektabilitas paslon Walikota dan Wakil Walikota Handal Brilliant menguat. Dari hasil survei, Paslon nomor urut 4 ini, unggul jauh dari 3 kompetitornya.

Survei dilakukan Social and Education Center (SEC) Probolinggo pada Juni ini, keikutsertaan warga untuk mencoblos semakin kuat. Mereka mantap akan mencoblos. Selain itu, tinjauan survey juga mengungkapkan, bila program yang ditawarkan paslon, juga dianggap reliable memajukan dan sejahterakan warga Kota Probolinggo.

Pada periode Juni, ada penguatan elektabilitas paslon nomor urut 4. Sebesar 43,26% memilih Hadi Zainal Abidin – M. Soufis Subri. Sementara posisi kedua ada paslon nomor urut 2 Fernanda Zulkarnain – Zulfikar Imawan dengan 29,53%. Berturut-turut ada paslon 3 Syamsu Alam – Kulup Widyono 6,05% dan paslon nomor urut 1 Suwito – Ferry Rahyuwono dengan 1,86%.

Sementara pada survei pertama pada April 2018 lalu, 1% responden memilih paslon Suwito – Ferry Rahyuwono dan 24,30% memilih Fernanda Zulkarnaen – Zulfikar Imawan. Kemudian ada 3% memilih Syamsu Alam – Kulup Widyono dan 29,90% memilih Hadi Zainal Abidin – M. Soufis Subri. Pada periode ini ada 26,10% responden menjawab ragu-ragu dan 14,7% tidak menjawab.

Artinya elektabilitas Handal Briliant naik sebesar 13,36%. Sedangkan Fernanda Zulkarnaen – Zulfikar Imawan (sang tretan) naik sebanyak 5,23%. “Ada penguatan yang signifikan terhadap elektabilitas paslon nomor urut 4. Dimana mereka mampu meyakinkan swing vote yang pada survei sebelumnya ragu-ragu dan tidak menjawab,” kata peneliti ahli SEC Probolinggo, Ilyas Rolis, Jumat (22/6/2018).

Ilyas mengatakan survei ini melibatkan 400 responden, baik pada survei pertama dan kedua. Dengan memakai margin eror sebesar 4,89% dan tingkat kepercayaan 95%. Survey menyasar berbagai pekerjaan dari responden, mulai dari nelayan, petani, buruh, tukang bangunan, pedagang kecil maupun besar, pengusaha, PNS, ibu rumah tangga, hingga kalangan mahasiswa atau pelajar. Data itu didapatkan dengan wawancara langsung, melalui instrumen kuisioner.

Selain menggambarkan kenaikan elektabilitas paslon, terdapat pemilih yang belum menyatakan pilihan atau undecided voters. Untuk kategori ini, ada 15,8% responden yang belum menentukan pilihan. “Kali ini, survey dilakukan dengan memberikan pertanyaan yang mengarah pada kecenderungan responden akan memilih siapa. Jika seandainya pemilihan dilakukan hari ini juga atau saat survey berlangsung (saat itu juga),” ujar pria yang juga Peneliti laboratorium Politik Fakultas Fisip UINSA ini. (lai/saw)