Ratusan Pembalap Ikut Kejurda Road Race Seri 3 di Kota Probolinggo

3891

Probolinggo (wartabromo.com) – Kejurda Road Race Jawa Timur seri 3 digelar di Sirkuit Jalanan Panglima Sudirman Kota Probolinggo, Minggu (22/7/2018). Ratusan atlet dari berbagai daerah turut ngaspal di ajang pencarian bibit pembalap nasional ini.

Dalam gelaran bertajuk Road Race Bromo Championship tahun 2018 ini, ada 224 peserta yang turun meramaikan kejurda. Ada 15 kelas diterjunkan dalam putaran 3 Kejurda Road Race kali ini, beberapa diantaranya, yakni Bebek 4 Tak 150cc Tune-Up Injeeksi Seeded, Bebek 2 Tak Standart 116cc/125cc Open, Bebek 2 Tak Standart 116cc Pemula Terbuka (Max 20 Th), dan Bebek 2 Tak Standart 125cc Veteran.

Panitia penyelenggara, Franky Laurenz menyebut digelarnya Kejurda Road Race seri 3 kali ini, guna mencari bibit-bibit pembalap muda baru berprestasi. Selain itu, juga menekan aksi balap liar di jalanan dengan membuka kelas khusus Probolinggo.

“Kita harapkan banyak pembalap-pembalap muda baru, yang muncul dari Kejurda kali ini. Sehingga ke depan Indonesia, utamanya Kota Probolinggo bisa memiliki lagi pembalap internasional, seperti Almarhum Denny Triyugo,” tutur Franky.

Berbeda dengan sebelumnya, khusu kali ini sirkuit Panglima Sudirman diperpendek. Jika sebelumnya trek lurus mencapai 500 meter, maka kali ini hanya sekitar 200 meter saja. Namun, tantangannya semakin menyulitkan pembalap. Sebab, dalam layout baru ini ada banyak tikungan dibuat panitia untuk menguji skill dan stamina pembalap.

Tak hanya layout sirkuit, arah putaran babaknya juga dirubah. Jika sebelumnya ke arah barat searah jarum jam, kali ini kebalikannya. Dalam layout lama, pembalap langsung full speed seusai start. Tetapi saat ini, pembalap dihadapkan dengan tikungan ke kiri selepas start. Baru menjelang finish, pembalap menarik gas untuk menaklukkan trek lurus sepanjang 200 meter.”

Jadi layout sirkuit Panglima Sudirman dalam Kejurda Road Race kali ini berubah dari biasanya, dan waktu start pun kita buka dari barat menuju timur. Tujuannya agar menyeimbangkan skill para pembalap, dimana mereka bisa mahir saat menikung kanan dan kiri di tiap kelokan sirkuit,” tandas Franky.

Selain diikuti para pembalap pemula, seeded dan veteran, beberapa pembalap anak-anak dengan umur masih belia ikut bertarung dalam kejuaraan yang berlangsung sehari sebelum Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli besok ini. Pembalap cilik itu berharap kejuaran yang sama lebih banyak digelar.

“Sirkuitnya berbeda dengan kejuaran pada Maret lalu. Saya sempat terjatuh di tikungan sebelum trek lurus. Tapi sangat bagus untuk menambah skil balap saya,” kata Hafidz Fahril Rasyadan (10), pembalap cilik Kota Probolinggo. (saw/saw)