280 Ton Bawang Merah Probolinggo Diekspor ke Thailand

3031
TAK PENGARUH - Bawang merah Probolinggo tetap diminati pasar luar negeri. Padahal beberapa waktu lalu, serangan ulat daun sempat menghantui petani Probolinggo.

Probolinggo (wartabromo.com) – Ditengah serangan ulat daun, bawang merah petani Probolinggo, tetap diminati warga luar negeri. Buktinya sebanyak 280 ton bawang merah di ekspor ke Thailand, Selasa (31/7/2018).

Pasar baru ini, diyakini akan meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah. Meski terpuruk, pasca diserang ulat daun, ternyata petani Probolinggo mampu menghasilkan bawang merah dengan kualitas cukup bersaing. Buktinya, sebanyak 10 kontainer berisi 280 ton bawang merah di ekspor ke negara Thailand. Pelepasan barang ekspor itu, dilakukan dari pasar bawang Dringu, Kabupaten Probolinggo.

“Sebelumnya bawang sini, hanya djual ke daerah-daerah lain di Jawa, bahkan ke Papua. Jadi dengan adanya pasar baru ini, akan memicu gairah petani bawang,” ujar salah satu pedagang bawang merah, Sukimo Budi Pramono.

Bawang merah ini, merupakan produksi sejumlah petani bawang. Sayang, rencana ekspor itu tak sesuai dengan ekspektasi awal, yang direncanakan sebanyak 500 ton bawang merah. Sebab, akibat serang ulat, hasil produksi bawang merah tak maksimal.

“Betul, tahun ini produksi bawang kita tak sebagus tahun lalu. Tahun ini rusak karena diserang hama ulat daun. Meski begitu kita mampu melakukan ekspor ke negara lain,” kata pria yang akrab dipanggil Haji Bagong ini.

Ekspor bawang merah ini, melalui PT. Cipta Makmur Sentosa yang bekerjasama dengan Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN). Dipilihnya bawang merah produksi petani Probolinggo, karena kadar airnya sedikit sehingga disukai pasar luar negeri. Selain itu harganya cukup murah yakni hanya Rp 16 ribu per kilogram

Sebelum melakukan eskpor, JAMAN telah melakukan penjajakan sejak setahun yang lalu. Ada dua negara yakni Thailand dan Vietnam yang dituju. Namun hanya pasar Thailand yang merespon dan dianggap potensial. Sementara negara Vietnam melakukan proteksi terhadap bawang merah produksi lokal.

“Untuk konsumsi lokal maupun nasional, bawang produksi petani kita mencukupi. Sehingga kami mencoba melakukan terobosan baru dengan menjajaki pasar luar negeri. Ternyata hasilnya cukup bagus. Ekspor bawang merah milik petani Probolinggo baru pertama kali dilakukan,” kata Ketua JAMAN A Iwan Dwi Laksono.

Direncanakan tiap bulannya ada 10 kontainer yang akan dilayarkan ke negeri gajah putih tersebut. Diharapkan, oreintasi pasar baru ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani bawang Probolinggo. (saw/saw)