Pekerja Tol Pandaan-Malang Tewas, Terkena Potongan Scaffolding yang Dicopotnya

2928

Purwosari (wartabromo.com) – Pekerja Proyek Tol Pandaan-Malang, tewas diyakini sebagai kecelakaan. Korban terjatuh dan tertimpa potongan besi, rangkaian scaffolding, yang sebelumnya berhasil dicopotnya.

Kapolsek Purwosari, AKP I Made Suardana menjelaskan, peristiwa terjadi ketika korban bersama sejumlah pekerja lain, melanjutkan pekerjaannya, setelah beberapa saat beristirahat.

Seperti sebelumnya, kegiatan pun dilakukan bersama-sama di lokasi dekat stasiun Sengonagung, sekitar Dusun Purwo, Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan tersebut.

Polisi memeriksa scaffolding, sekaligus lokasi jatuhnya Wahyudi, pekerja tol, Rabu (1/8/2018). Foto: istimewa.

“Jadi pekerjaan (utama) sudah selesai. Scaffolding itu kan susun tiga. Nah, saat itu hendak dilepas,” terang I Made Suardana.

Wahyudi, kebetulan bertugas melepas rangkaian besi mirip tangga itu. Beberapa pekerja sempat berceletuk di hadapan polisi, dengan mengatakan scaffolding susun tiga tertempel di beton bangunan tol itu, cukup merepotkan.

Baca Juga :   BPBD Serahkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Purwodadi

Dan, brak! Wahyudi tiba-tiba terjatuh. Bersamaan dengan itu, beberapa potongan besi langsung menimpa tubuh dan kepala korban.

Baca juga : Pekerja Tol Pandaan-Malang Tewas Tertimpa Scaffolding, Pelaksana Pastikan Bertanggungjawab

Besi-besi itu merupakan potongan dari rangkaian scaffolding atas atau bagian susun ketiga, yang sebelumnya berhasil dilepas oleh Wahyudi.

‘Setelah mencopoti baut-baut, korban terjatuh, tertimpa besi. Diameternya (besi) lumayan, 8 sentimeter,” lanjutnya.

Wahyudi mengalami luka cukup serius pada bagian kepala, bahkan dari dalam telinganya sempat keluar cairan merah.

Pekerja lain pun terkejut, melihat Wahyudi sudah tidak bergerak hingga kemudian membawanya ke Puskesmas Purwosari. Namun, korban, tercatat berasal dari Dusun Kebun Duren RT 001 RW 008, Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari itu, tak tertolong.

Baca Juga :   Sariwani, Desa Sejuta Selfie di Probolinggo

Polisi meyakini tewasnya Wahyudi, murni kecelakaan kerja. Kesimpulan itu setelah polisi melakukan pemeriksaan saksi-saksi, berikut hasil visum yang menyatakan, luka yang dialami, bukan berasal dari penganiayaan.

“Hasil Pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Murni karena kecelakaan kerja,” ungkap I Made Suardana.

Setidaknya terdapat dua rekan Wahyudi telah dimintai keterangan, terkait peristiwa maut di Proyek tol Pandaan-Malang ini. Korban saat itu juga telah mengenakan standar kelengkapan kerja, seperti helm dan alat pengaman lainnya.

Sampai warta ini disusun, belum ada pernyataan resmi disampaikan pihak pelaksana tol, terkait upaya peningkatan pengamanan kerja sekaligus kebijakan terhadap korban kecelakaan kerja di proyek strategis nasional ini. (ono/ono)