Insiden Dewi Terperosok di Limbah Batubara, Mengulang Cerita Tahun Lalu

1140
Ilustrasi tempat pembuangan limbah batubara.

Rembang (wartabromo.com) – Dewi (55), warga Desa Curahdukuh, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, mengalami luka bakar setelah terperosok di tempat pembuangan limbah batubara. Setahun lalu, timbunan limbah di kawasan AURI Raci, Bangil itu, pernah melukai sejumlah warga.

Catatan WartaBromo, peristiwa pada Dewi, juga dialami oleh sedikitnya lima warga, berturut-turut terjadi dalam kurun Agustus 2017 hingga medio September 2017.

Pada saat itu, terungkap bila ada korban di pembuangan limbah, termasuk lapangan tembak AURI Raci tersebut, setelah pada Sabtu (16/9/2017) malam, dua warga asal Dusun Pandelegan RT 01/RW 05, Desa Raci, Kecamatan Bangil, harus menjalani perawatan medis. Kedua korban bernama Nursila (40) dan Samsul Arifin (35) itu, mengalami luka bakar pada telapak kaki hingga betis.

Itulah kemudian, kian terbuka, bila korban terperosok, bukan hanya dialami oleh Nursila dan Samsul.

Seperti diungkapkan oleh Didik, tetangga kedua korban, dengan menyebutkan, bahwa sebelumnya ada tiga orang telah menjadi korban, terperosok di tempat itu.

Dari keterangan Didik, seorang warga asal Desa Gerongan diketahui mengalami luka serupa pada kedua kakinya. Sedangkan, dua orang diantaranya, berasal Desa Balepanjang, Kecamatan Rembang, serta Desa Curahdukuh, Kecamatan Kraton. Dua orang yang pertama kali terjebak dalam kubangan limbah ini, diungkapkan oleh Didik mengalami luka lebih serius.

“Dua orang yang pertama kali itu malah lukanya (luka bakar) mulai bawah sampai pinggul,” terang Didik kala itu.

Kini, setelah satu tahun, warga terluka akibat terperosok di lokasi pembuangan limbah batubara, terulang. Dewi, warga Curahdukuh, saat ini harus menahan nyeri, dari luka bakar yang dideritanya. Ia saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Sehat Medika, Pandaan.

Dewi pada Selasa (31/7/2018) sore, pulang dari mencari kayu bakar. Tapi nahas. Tiba-tiba, tanah tempat ia berjalan, ambles. Rupanya, Dewi tidak menyadari, tanah yang dilewatinya merupakan area pembuangan limbah batubara.

“Saya tidak tahu. Pokoknya saya tiba-tiba terperosok. Tidak tahu itu jam berapa, wong saya langsung ndak ingat apa-apa,” katanya kepada WartaBromo, Jumat (3/8/2018).

Sumber di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, membenarkan adanya praktik pembuangan limbah batubara di kawasan tersebut. Bahkan, dikatakannya, praktik tersebut sudah berlangsung lama. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena bukan menjadi kewenangannya.

“Dulu juga pernah ada kejadian, tapi kami juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena untuk pemberian izin, itu wewenangnya provinsi,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan, bila lahan tempat limbah batubara itu dibuang, adalah milik TNI AU. (ono/ono)