Marak Bibit Palsu, Petani Jagung di Pasuruan Resah

2314

Pasuruan (wartabromo.com) – Bibit jagung palsu beredar di sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan. Petani pun merugi, karena volume produksi menurun.

Peredaran bibit jagung palsu, salah satunya ditemukan di wilayah Desa Wrati, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Sumitro, petani jagung asal Desa Wrati mengatakan, dalam sekali panen, ia biasanya menghasilkan 1,5 ton jagung kualitas baik. Namun, saat ini hanya bisa menghasilkan kurang dari 1 ton, dengan kualitas yang jauh dari baik.

“Yah, penghasilan kami menurun mas, bobot jagung yang dihasilkan saat panen, semakin rendah,” ungkap Sumitro.

Petani saat menunjukkan hasil jagung menggunakan bibit palsu, Senin (6/8/2018). (Foto : Akhmad Romadoni)

Penurunan produktivitas jagung ini bukan tanpa alasan. Petani menduga penyebabnya karena bibit jagung Pioner 21 (P21) yang beredar di pasaran palsu. Sumitro memperkirakan, bibit-bibit palsu itu, tersebar sejak 2017 lalu.

Baca Juga :   23 Mesin Tanam Padi Siap Dibagikan Kepada Petani Pasuruan

[Simak Videonya : Marak Bibit Palsu, Petani Jagung di Pasuruan Resah ]

Padahal di tahun sebelumnya, bibit yang sering digunakan para petani tersebut, menguntungkan dengan hasil yang melimpah, bahkan kualitas jagung sebelumnya sangat baik.

“Bibit P21 yang bagus dan biasanya saya pakai, saat ini palsu, terlihat dari jagungnya, pucuk dari jagung saya panjang, beda sama yang asli, yang asli pendek,” ungkap Sumitro kepada wartabromo.com.

Peredaran bibit palsu inipun dibarengi dengan perubahan harga bibit yang melonjak hampir 2 kali lipat. Bibit jagung yang mulanya hanya Rp 80 ribu, sekarang harus ditebusnya, dengan harga Rp 130 ribu per karung.

Kondisi itu, membuat petani Wrati mulai beralih ke bibit Pioner 18 (P18) yang kualitasnya hampir sama dengan P21 yang disebut palsu. (trd/may)