10 Warga Diamankan Terkait Amuk Massa di Tiris

1425
Puluhan warga berada di depan Mapolres Probolinggo Kota, Kamis (9/8/2018). Mereka merupakan kerabat 10 warga yang diamankan terkait kasus perselisihan, maling dibakar.

Probolinggo (wartabromo.com) – Masih ingat dengan kematian Samhadi alias Essam, warga Dusun Paleran, Desa Andungsari, maling yang tewas dibakar di Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, sebulan lalu? Kini kepolisian setempat menciduk 10 orang yang diduga pelaku persekusi tersebut.

Pengamanan 10 warga Desa Tlogosari itu dilakukan oleh Satreskrim Polres Probolinggo pada Kamis (9/8/2018) dinihari. Mereka diciduk dari rumah masing-masing. “Ada sepuluh orang yang kami ambil. Saat ini masih dalam pemeriksaan oleh anggota. Mereka terkait dengan kasus penganiayaan yang berakibat terbunuhnya seseorang di Tiris beberapa waktu lalu,” kata Kapolres Probolinggo, AKBP. Fadly Samad.

Kapolres mengatakan kesepuluh orang itu, diduga terlibat secara langsung dalam kasus kematian Samhadi alias Essam pada Senin (9/7/2018) dinihari lalu. Pria dengan anak satu itu, tewas dibakar oleh warga yang kesal dengan aksi pelaku yang membobol rumah Butran (59), warga setempat. “Kita dalami perannya masing-masing dari mereka. Kalau tidak terbukti terlibat ya kita pulangkan,” ujarnya.

Penangkapan itu, ternyata direspon oleh warga Desa Tlogosari. Mereka datang ke Mapolres Probolinggo dengan menggunakan 8 truk untuk menanyakan status tersebut. “Tadi ada keluarganya yang datang kesini untuk menanyakan keluarganya yang sepuluh orang. Datang ramai-ramai dan kita terima dengan baik, kita jelaskan kepada mereka. Kemudian pulang, namun ada yang provokasi sehingga datang lagi,” jelas mantan Kapolres Tuban ini.

Tak ingin terjadi kericuhan, pihak kepolisian kemudian membubarkan warga Tlogosari itu. Petugas juga mengambil 4 warga yang memprovokasi warga lainnya. Polisi juga melakukan patrol lanjutan untuk memastikan massa dari Desa Tlogosari kembali ke rumahnya masing-masing.

Sebagaiamana diwartakan sebelumnya, sebulan lalu sekitar pukul 01.00 WIB dinihari, ada seorang pria masuk ke rumah Butran. Korban saat itu sedang tidur dan tidak menyadari kalau rumahnya dimasuki pencuri. Dengan leluasa, pelaku kemudian membawa sepeda motor bebek warna hitam nopol N 5510 RO milik korban.

Namun, saat melewati pintu rumah, sepeda motor mengenai pintu dan menimbulkan bunyi. Sehingga membuat Butran terbangun dari tidurnya. Mengetahui ada maling, Butran kemudian mengejar pelaku serta berteriak ‘maling’ , meminta pertolongan. Rupanya teriakan itu didengar oleh warga yang sedang bersiskamling.

Warga kemudian mengepung pelaku curanmor tersebut. Sempat bersembunyi di sela-sela rumah warga, pria yang diketahui bernama Samhadi alias Essam pun berhasil diringkus oleh warga. Tanpa kenal ampun, warga kemudian memukuli korban. Sekitar pukul 03.30 WIB, warga semakin beringas dan membakar tubuh pelaku dengan menggunakan bensin. (saw/saw)