Polisi Selidiki Pengunggah Video Pawai Bercadar

1434
Kapolres Pasuruan Kota saat mendampingi Kepala TK untuk meminta maaf terkait pawai, Sabtu (18/8/2018). (Foto : Gufron Alamiri)

Probolinggo (wartabromo.com) – Kepolisian Resor Probolinggo Kota, menyelidiki akun pengunggah foto dan video pawai bercadar. Unggahan pawai kemerdekaan itu menjadi kontroversi dan menjadi sorotan publik.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP. Alfian Nurrizal meminta publik untuk menghentikan kontroversi tersebut. Karena pihak-pihak terkait telah melakukan klarifikasi dalam kasus itu. Meski begitu, kepolisian akan terus melakukan penyelidikan.

Penyelidikan itu menurut Alfian, dikarenakan sebaran video dan foto pawai bercadar itu tidak utuh. Sehingga menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat, khususnya di media sosial. “Sabar. Pengunggah akan kita lacak dan kita panggil ke Polres untuk klarifikasi,” ujarnya, Senin (20/8/2018).

Dalam video yang utuh tersebut, berurutan dari depan, ada pembawa papan nama TK Kartika, bendera Indonesia, pasukan bersorban, Raja “Salman” dan ratunya dalam kereta kencana. Lalu dibelakangnya ada pasukan kuda dan onta, lalu ada miniatur ka’bah. Baru setelah itu, ada pasukan berjubah dengan cadar, serta membawa replika senjata laras panjang, yang kemudian jadi perbincangan.

Sejumlah pihak, seperti Kepala TK Kartika V-69, Hartatik; Ketua pelaksana pawai budaya TK dan PAUD, Supini; Kadisdikpora Muhammad Maskur; dan Dandim 0820 Probolinggo, Kolonel (Kav) Depri Rio Saransi telah mengklarifikasi kasus itu. Mereka juga minta maaf, karena hal itu bukan sebuah kesengajaan untuk menanamkan radikalisme, seperti yang dianggapkan oleh publik. Saat itu, pihak sekolah memanfaatkan properti yang dimiliki, demi menghemat anggaran.

Bahkan kasus itu menjadi atensi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Muhadjir Effendy. Ia datang ke Kota Probolinggo pada Minggu (19/8/2018) untuk mengetahui kebenaran peristiwa pada pawai kemerdekaan di Kota Probolinggo. (fng/saw)