Tak Dapat Tempat di Semipro, Paguyuban PKL Wadul Dewan

1024
Para PPKL saat wadul ke Dewan karena tidak dapat tempat saat Semipro, Kamis (23/8/2018).

Probolinggo (wartabromo.com) – Puluhan anggota Paguyuban Pedagang Kaki Lima (P-PKL) melurug kantor DPRD Kota Probolinggo, Kamis (23/8/2018) pagi. Mereka ngotot mengadu karena tak mendapatkan tempat di acara Semipro.

Sekitar 80 P-PKL melurug kantor dewan sekitar pukul 9.00 WIB. Mereka menuntut pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo untuk memikirkan kembali tentang rencana mensterilkan area depan Masjid Agung Raudatul Jannah, selama Semipro berlangsung. Serta Jalan KH Mansyur atau depan stasiun Kereta Api (KA) Probolinggo. Sehingga PKL tak tertampung semua.

“Saya mewakili PKL Kota Probolinggo hanya meminta supaya rencana Pemerintah untuk mensterilkan area depan Masjid Agung jangan diteruskan, karena banyak PKL yang tidak kebagian tempat di Semipro ini,” jelas Alifaturrohman, ketua Paguyuban PKL Kota Probolinggo.

Para PKL itu kemudian diterima oleh pimpinan DPRD setempat. Kepada anggota Dewan, mereka mengeluh karena tak mendapatkan stan. P-PKL berharap yang diutamakan adalah PKL lokal karena Semipro hajatannya warga Kota Probolinggo.

“Kami harus mengumpulkan pihak terkait seperti DKUPP dan sebagainya untuk musyawarohkan bagaimana solusi dari masalah ini, ini adalah hajatannya warga Kota Probolinggo jadi sudah seharusnya yang diutamakan warga Kota Probolinggo,” ujar Ketua Komisi 1 DPRD Kota Probolinggo, Agus Riyanto.

Dari pantauan wartabromo.com, ada sekitar 380 nomor stan di daerah Alun-alun Kota Probolinggo untuk gelaran Semipro. Sedangkan PKL yang sudah mendaftar untuk berjualan di Semipro ada 430 untuk pedagang lesehan dan 70 pedagang yang menggunakan tenda. (fng/saw)