PKL Alun-alun Kraksaan Semakin Liar

2796
Alun-alun Kraksaan, Probolinggo.

Kraksaan (wartabromo.com) – Kondisi Alun-Alun Kota Kraksaan makin marak Pedagang Kaki Lima (PKL) liar. Kondisi itu dianggap mengotori dan merugikan pedagang yang tercatat secara resmi berjualan di belakang Masjid Ar-Raudlah, Kota Kraksaan.

Belasan PKL liar setiap harinya berjualan di seputar alun-alun Kraksaan, terutama sisi selatan. Kehadiran mereka membuat kumuh dan tak sedap di pandang mata. Bahkan, pedagang liar memenuhi lokasi, persis di depan kantor Bupati Probolinggo, di jalan Panglima Sudirman itu.

PKL liar berjualan semakin banyak di malam hari, seiring meningkatnya jumlah pengunjung di malam hari.
Dampak kehadiran PKL liar itu, membuat PKL yang tergabung dalam ‘Semarak’, binaan Pemkab kelimpungan. Sebab, pengunjung Alun-alun enggan belanja makanan dan minuman di sentra PKL yang berjarak sekitar 200 meter dari alun-alun itu.

“Disini sepi pengunjung. Banyak orang yang memilih datang ke Alun-alun, karena disana juga banyak PKL yang jualan,” tutur Romli (36), salah satu pedagang jus buah di sentra PKL Semarak, Jumat (24/8/2018).

Terkait kumuhnya wajah Alun-alun Kraksaan dan keluhan PKL, Pemkab berencana melakukan penertiban. Sejak awal, sebenarnya diputuskan kawasan itu steril dari PKL. “Sudah kami rapatkan dengan Dinas Satpol PP. Karena penertiban itu, tanah mereka. Secepatnya ditertibkan,” kata Plt. Kepala Disperindag Kabuapten Probolinggo, Mahbub Zunaidi.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi mengaku, sudah memberikan peringatan kepada PKL liar. “Para pedagang itu merupakan PKL liar, berhubung bukan dibawah binaan Disperindag, ya, tinggal menunggu waktu untuk dilakukan penertiban,” jelas Dwijoko. (cho/saw)