Pj. Bupati Probolinggo Kunjungi Warung Esek-esek

1674
Pj. Bupati Probolinggo saat Kunjungi Warung Esek-esek.

Probolinggo (wartabromo.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengarahkan penghuni eks lokalisasi di Sukroan Kraksaan ke ekonomi produktif. Langkah itu diambil sebagai solusi putusnya penghasilan warga pasca penutupan lokalisasi.

Hal itu ditegaskan oleh Pj. Bupati Probolinggo R Tjahjo Widodo saat berkunjung ke 5 warung di perbatasan Kelurahan Semampir dan Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, pada (6/9/2018). Di warung esek-esek itu, Tjahjo bertemu dengan warga dan pemilik warung eks lokalisasi itu. Tujuannya untuk mencari solusi pasca penutupan lokalisasi yang sudah berusia puluhan tahun itu.

“Kita akan melakukan pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Dan kita juga akan mengumpulkan data-data warga yang menetap di sini, dan juga penghasilannya yang didapat. Dan kita juga akan menampung usulan dari warga sekitar,” kata Tjahjo.

Kepala Bakorwil 5 Jember itu, mengaku penutupan lokalisasi tersebut merupakan komitmen dari Pemkab atas permasalah yang timbul di masyarakat. Dimana banyak kalangan ingin menutup tempat maksiat tersebut. Tetapi, selama ini tak pernah berhasil dilaksanakan.

Namun dengan pendekatan yang intensif dari petugas, akhirnya warga dengan sukarela menutup dan melakukan pembongkaran bilik-bilik maksiat itu.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah tidak menghendaki adanya kegiatan yang melanggar hukum, melanggar asusila dan juga melanggar agama,” ujar Tjahjo.

Ia mengatakan dalam waktu dekat, pemkab akan kembali melakukan pembinaan. Setelah itu, sambung Tjahjo. Kalau nantinya sudah berhasil terkumpul, pihaknya akan sesegera mungkin melakukan rapat, untuk mencari solusi terbaik.

“Biar pemberdayaan masyarakat bisa terlaksana dengan cepat dan tepat. Sehingga ada solusi yang pas agar keberlangsungan hidup mereka terjamin dan tidak kembali ke aktivitas semula,” tandas pria berkumis tebal ini. (saw/saw)