Napak Tilas Goa Celik, Tempat Semedi Bung Karno di Pasuruan

0
5039
Warga Dusun Setro, Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan saat menunjukkan tempat bersemedi Presiden Soekarno, Rabu (6/9/2018).

Laporan : Akhmad Romadoni

SALAH satu goa yang berada di Kabupaten Pasuruan ternyata menjadi saksi sejarah perjuangana Presiden pertama Republik Indonesia. Ir. Soekarno, bersemedi dan berlindung di Goa itu, sebelum proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Saat berjalan-jalan ke Kecamatan Puspo, jangan lupa untuk mengintip saksi sejarah di Dusun Setro, Desa Jimbaran. Goa Celik, tempat pertapaan Bung Karno ini berada di perbukitan Desa tersebut.

Bukan hanya tempat berlindung, namun menurut warga sekitar, Goa celik adalah tempat Bung Karno mencari ilmu meski secara sembunyi-sembunyi.

“Goa ini sempat menjadi tempat tirakat Bung Karno sebelum Indonesia merdeka,” ujar Achmad Rifa’i (64) salah satu sesepuh Dusun Setro kepada wartabromo.com.

Konon, awal cerita dari bersemedinya Bung Karno di goa tersebut untuk menghindari pengejaran orang-orang yang menganggap Bung Karno sebagai PKI.

Presiden pertama Indonesia ini pun tak sendirian. Ia meminta pengawalan agar tidak diketahui oleh orang lain, dengan mengajak 2 warga Desa Jimbaran yakni Jamsari dan Katimin (Sauki).

Mereka mempunyai tugas masing-masing. Ada yang berjaga di depan goa, ada pula yang menjaga tongkat komando Bung Karno.

Setelah berbulan – bulan bersemedi di goa tersebut, akhirnya ada salah satu warga yang mengetahui atau sempat melihat keberadaan Bung Karno di goa kecil yang berada di bawah tebing itu. Hingga tercetuslah nama Goa Celik.

“Kecelik yang artinya Ketahuan, goa itu dinamai oleh warga sebagai goa celik saat Bung Karno ketahuan bersemedi di situ,” imbuh Rifa’i.

Karena ada warga yang tahu, akhirnya Bung Karno pindah tempat semedi ke Widodaren Bromo. Perpindahannya pun juga bisa dibilang mistis. Warga setempat meyakini bahwa Ayah dari Megawati ini punya jalan lain yang tembus dari goa celik menuju Widodaren Bromo.

“Bisa berpindah langsung, dari goa celik menuju Widodaren Bromo,” kata Khodir, Kepala Dusun Setro.

Jauhnya jarak dari Kecamatan Puspo menuju Gunung Bromo membuat warga sekitar yakin bahwa Bung Karno memiliki kesaktian.

Khodir menambahkan, banyak orang yang penasaran dan ingin tahu bagaimana cara Bung Karno berpindah. Namun, hanya ada satu-satunya kyai yang bisa melakukan hal serupa. Ia adalah Kyai Jakfar Sodik dari Pasrepan yang disebut oleh warga sekitar mampu bersemedi dan tembus dari Goa Celik menuju Widodaren Bromo.

Sementara itu, pada sekitar tahun 1969, kedua warga Desa Jimbaran Jamsari dan Katimin yang bertugas untuk menjaga Presiden pertama untuk bersemedi, sempat dicari-cari keberadaannya oleh keluarga Bung Karno, namun tak diketemukan. (*)