Rute Lebih Menantang, Banyak Tanjakan di Bromo Marathon 2018

1135
Ribuan pelari dari 31 negara ambil bagian dalam Bromo Marathon 2018.

Tosari (wartabromo.com) – Bromo Marathon 2018 kali ini lebih menantang dari sebelumnya. Banyak trail (tanjakan dan turunan) di lintasan sisi barat wilayah Tosari, kian memacu peserta marathon.

Founder Bromo Marathon, Dedi Kurniawan menjelaskan sebanyak 1356 pelari dari 31 negara di dunia ambil bagian dalam lomba lari Bromo Marathon.

Diungkapkan, tahun ini rute lari lebih diarahkan di sisi barat wilayah Tosari, Kabupaten Pasuruan, sehingga jauh lebih menantang dari sebelumnya. Andrenalin pelari diyakini akan lebih terpacu, karena jalur ini banyak tanjakan dan turunan, dengan ketinggian mencapai 2.400 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sejumlah pelari Bromo Marathon, lintasi jalan tanjakan disamping seorang warga Hindu Suku Tengger Brang Kulon tengah bersembahyang.

“Jalur ini, trailnya. Elevasinya, 1.300 mdpl sampai titik tertinggi sekitar 2.400 mdpl,” kata Dedi Kurniawan, Minggu (23/9/2018).

Diungkapkan oleh Dedi, kategori lari yang ditawarkan kepada peserta, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni 42 Kilometer, 21 Kilometer dan 10 Kilometer.

Dengan trail menarik, lomba lari ini dipastikan lebih seru. Utamanya, peserta marathon disuguhi dengan View kawasan wisata alam Gunung Bromo, selain juga mendapat sapa hangat warga suku Tengger.

Sepertinya jalur yang ditempuh kali ini cukup memaksa pelari lebih banyak berjalan. Tanjakan disusul turunan curam itu, cukup membuat andrenalin pelari kian terpacu.

Sebelumnya, peserta Bromo Marathon menikmati musik tradisonal Baleganjur. Seni tradisonal suku Tengger ini sengaja disajikan untuk lebih dikenalkan kembali pada dunia, melalui pelari-pelari yang mewakili ratusan negara ini.

“Berharap para peserta tidak bosan untuk datang ke Bromo. Dan teman-teman juga tahu, kalau ke Bromo itu lewat Pasuruan juga bisa,” pungkas Dedi. (ono/ono)