Kelas Nyaris Ambruk, Siswa SDN Tongas 4 Belajar di Musholla

1300
Plafon atap SDN Tongas 4 Probolinggo, jebol dan belum mendapatkan perhatian.

Probolinggo (wartabromo.com) – Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tongas Wetan 4, di Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, terpaksa belajar di musholla. Sebab, ruang kelas untuk tempat belajar nyaris ambruk.

Tiga ruang kelas milik SDN Tongas Wetan 4, kondisinya sangat memprihatinkan. Gedung itu tak lagi kokoh menopang atap ruang kelas yang terbuat dari genting. Dari jarak dekat, atapnya sudah melengkung tak kuat menyangga beban. Di beberapa titik, plafon mulai rontok, berjatuhan termakan usia. Beberapa pihak menyebut hal itu sangat membahayakan, karena sewaktu-waktu bisa ambruk.

MEMBAHAYAKAN – Gedung SDN Tongas 4 Probolinggo, nyaris Robi karena tak mendapat perhatian.

Kondisi memprihatinkan ini, ternyata sudah berlangsung dalam 2 tahun terakhir. Pihak sekolah pun telah melaporkan kondisi bangunan sekolah, kepada Dinas Pendidikan setempat. Sayangnya, hingga saat ini belum ada tanggapan serius dari instansi terkait.

“Tiga ruang kelas yang nyaris ambruk ini sudah tidak kami gunakan. Satu ruang kelas dengan kondisi yang lebih aman, masih tetap kami gunakan untuk belajar. Tapi ya was-was juga, karena bagian atapnya mulai rontok dan tinggal menunggu waktu untuk jatuh,” tutur Uslan, salah satu guru SDN Tongas Wetan 4, Sabtu (29/9/2018).

Menghindari bahaya, siswa terpaksa belajar di ruang perpustakaan dan musholla sekolah. Tentu saja, kondisinya jauh dari layak. Selain sempit, ruangan itu pengap dan sesak, diisi oleh puluhan murid dari 4 kelas yang berbeda. Sehingga membuat para siswa tak begitu betah belajar.

Meski mendapat fasilitas tak layak, para siswa ini tetap semangat dalam menimba ilmu. Harapan untuk dapat memiliki ruang kelas baru yang lebih baik dan kokoh, terlontar dari para generasi muda penerus bangsa ini. “Ya takut kalau belajar, takut kejatuhan atapnya. Rusaknya sudah sejak kelas tiga. Sekarang saya kelas lima,” ungkap salah satu siswa kelas 5, Yunita Aprilia, polos.

Siswa dan para guru berharap, Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo segera memperbaiki ruang kelas yang rusak itu. Selain menjauhkan dari mara bahaya, juga diharapkan siswa mendapat fasilitas belajar yang layak. (lai/saw)