Lebih Dekat dengan Gus Javar, Sosok Fenomenal asal Gondangwetan

105439
“Banyak pesan-pesan tersirat yang selalu disampaikan Gus Javar melalui segala tutur dan tingkahnya, dan tidak semua paham dengan hal itu,”

Laporan: Ardiana Putri

NAMA Gus Javar mungkin terdengar tak asing di telinga warga Pasuruan. Bahkan, namanya tenar hingga ke sejumlah daerah serta viral di dunia maya.

Buktinya, ketika kata kunci “sosok fenomenal di Pasuruan” diketikkan di mesin pencari Google, salah satu yang muncul adalah video Gus Javar.

Tak sedikit orang menganggapnya sebagai orang berilmu tinggi karena berbagai keistimewaannya. Namun, banyak pula yang memicingkan mata, jika melihat Gus Javar dan menganggapnya aneh karena penampilannya.

Lalu mengapa video-video Gus Javar begitu viral hingga pernah mencapai hampir satu juta kali ditonton para warganet?

Gus Javar memang tak seperti selayaknya gus (ulama/anak kiai) pada umumnya. Gayanya nyeleneh, berambut gondrong bak seorang rocker. Selalu mengenakan celana pendek favoritnya, Gus berusia sekitar 40 tahun ini memang terkesan nyentrik.

Gus Javar sebenarnya merupakan anak terakhir dari seorang kiai pemilik pondok pesantren di Sambi Cilik, Gondang Wetan, Pasuruan.

Menurut Elly, “orang kepercayaan” Gus Javar mengatakan, bahwa banyak orang justru segan terhadap Gus Javar dan menganggapnya istimewa. Walaupun sedikit sekali orang yang dapat memahami segala tingkah dan perkataannya. Bahkan Elly yang bertahun-tahun menjadi asisten pribadi Gus Javar pun masih menerka-nerka terhadap maksud di balik setiap tindakan dan ucapan yang keluar dari mulut Gus Javar.

“Kalau orang awam ya pasti bingung sama gus. Bahkan banyak yang menghina gus, tapi semakin dihina beliau malah semakin senang,” ungkap perempuan asisten pribadi Gus Javar itu.

Elly mengungkapkan, jika Gus Javar pernah mengundang empat orkes dangdut sekaligus, dalam waktu bersamaan. Hal ini pun menjadi sorotan masyarakat. “Seorang gus bukannya menyelenggarakan acara pengajian tapi malah mengundang orkes,” tulis salah seorang warganet kala itu.

Menurut Elly, mungkin Gus Javar ingin menunjukkan pada banyak orang tentang penggambaran dunia yang sebenarnya, tentang berbagai jenis sifat dan watak manusia pada saat bersenang-senang di acara orkes dangdut.

Selasa, (16/10/2018) WartaBromo.com mengikuti keseharian Gus Javar dengan diantar Elly. Saat itu Gus Javar tengah membangun kolam di sebelah utara lapangan Gayam, Gondangwetan. Sebelumnya, Elly mengungkapkan, jika Gus Javar mungkin tak akan banyak bicara ketika diajak ngobrol.

Benar saja, ketika ditemui, Gus Javar benar-benar irit bicara. “ini semua takdir Tuhan,” ungkapnya, persis seperti yang selalu ia sampaikan di berbagai videonya.

Uniknya, kolam ikan berukuran 5×7 meter yang dibangun Gus Javar itu, hanya memanfaatkan bahan-bahan sederhana, bahkan ia mengambil air dari selokan yang penuh kotoran untuk adonan pasirnya.

“Banyak pesan-pesan tersirat yang ingin disampaikan Gus Javar melalui segala tutur dan tingkahnya, dan tidak semua paham dengan hal itu,” tutur Elly.

Gus Javar juga seringkali membawa keberkahan tersendiri untuk beberapa orang di sekitarnya. Salah satu orang yang mendapat keberkahan dari Gus Javar adalah Yulianto Agung.

Agung merupakan seseorang di balik bertebarnya video-video Gus Javar di berbagai linimasa terutama Youtube. Ia lah yang selama ini mengunggah berbagai video tentang Gus Javar.
Sejak beberapa bulan lalu, Agung dipercaya untuk merekam video saat Gus Javar melakukan berbagai kegiatan.

Hingga kini, ia telah meraup sebanyak 12.564 subscriber. “Untuk ukuran di Pasuruan, dengan subscriber segitu sudah bisa dikatakan lumayan,” tutur Agung.

Ia mengaku, rezeki yang ia dapatkan merupakan berkah dari Gus Javar. Betapa tidak, ia pernah dibayar Rp10 juta untuk merekam sekaligus mengunggah video pada saat Gus Javar menyelenggarakan orkes dangdut di Lapangan Gayam, Gondangwetan, Pasuruan.

Selain itu, ia selalu diminta bantuan pada saat Gus Javar melancong ke berbagai tempat dan dibayar Rp2,5 juta tiap kali melakukan pekerjaannya itu.

Namun, tak berarti Agung terhindar dari perundungan (bully-an) para warganet. Rundungan itu datang akibat pro dan kontra masyarakat, menyikapi ulah yang dapat dikatakan aneh Gus Javar. Berbagai komentar pedas terkadang dialamatkan padanya. Tapi, Agung tak gentar karena itu. Ia hanya menganggap itu merupakan rezeki yang diberikan Tuhan padanya.