Santri Probolinggo Pecahkan Rekor MURI Makan Ikan

1824
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti bersama Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, Jum'at (2/11/2018). Foto : Sundari AW.

Probolinggo (wartabromo.com) – Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo memecahkan rekor MURI untuk Makan Ikan Oleh Santri Terbanyak di Indonesia, Jumat (2/11/2018). Pemecahan rekor itupun mendapat apresiasi dari Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti.

Sebanyak 12.110 santri ini, menghabiskan 4,5 ton ikan berbagai jenis yang dijadikan lauk pauk bersama nasi yang dimakannya. Oleh Senior Manager Muri Sri Widayati, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), aksi makan ikan oleh santri ini dinyatakan sebagai rekor baru di Indonesai dan dunia. Aksi ini mengalahkan makan ikan makarel santri terbanyak oleh 8.800 santri di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang yang dilaksanakan pada 18 November 2016.

Aksi pemecahan rekor oleh santri Nurul Jadid ini bukanlah yang pertama. Pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2017, mereka juga mencatatkan rekor makan nasi tabek. Yakni sebanyak 1.200 bungkus dan dinikmati oleh 12.297 santri ini, tercatat sebagai rekor baru. Bahkan, juga dinyatakan sebagai rekor dunia.

“Yang pertama program dari kementerian itu perlu didukung. Kemudian adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi masyarakat sekitar. Dan bagi Nurul Jadid sendiri, yang posisinya berdekatan dengan laut, sangat penting bagi kita untuk mendorong santri untuk memberdayakan laut, apalagi banyak santri yang berasal dari pesisir,” ujar Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid.

Para santri saat makan ikan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Jum’at (2/11/2018). Foto : Sundari AW.

Makan ikan secara massal oleh santri itu, diapresiasi oleh Menteri Susi. Selain turut mengkampanyekan gemar ikan, diharapkan kegiatan itu juga mampu memperbaiki gizi para santri.

“Ini kegiatan yang sangat baik. Memang kita sejak dua tahun lalu mengirim ikan ke pesantren. Satu mengkampanyekan gemar makan ikan, yang kedua KKP melakukan bantuan untuk memperbaiki kualitas manusia. Memang satu kali dua kali tidak cukup, karena itu kita terus berkeliling,” kata Susi.

Diharapkan kegiatan semacam itu, mampu masyarakat akan gemar makan ikan. Sebab di tanah Jawa ini, utamanya Jawa Timur konsumsi ikan hanya 9 kg per tahun. Padahal kandungan omega pada ikan sangat bagus bagi perkembangan otak. (saw/saw)