Tol Paspro Beroperasi, UKM Kota Mangga Terancam Gulung Tikar

9151

Probolinggo (wartabromo.com) – Akhir tahun, pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) rampung dan beroperasi. Bappeda Litbang Kota Probolinggo memprediksi usaha kecil menengah (UKM) di Kota Mangga akan terkena imbas. Jika tak ada solusi cerdas, UKM terancam gulung tikar.

Prediksi ini merupakan hasil kajian Bappeda Litbang Kota Probolinggo tentang dampak pembangunan jalan tol di Probolinggo. Diakui atau tidak, keberadaan pembangunan tol di wilayah Probolinggo memang mempermudah akses transportasi.

“Tapi, juga akan berdampak pada sektor yang lain. Ini, sedang kami kaji dampaknya, termasuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi dampak itu,” kata kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo.

Pria yang pernah menjadi Plt. Kadiskominfo ini, menuturkan dengan adanya tol Paspro, banyak kendaraan pariwisata yang enggan singgah ke Kota Probolinggo. Kendaraan pariwisata dari arah Surabaya dan Jakarta, jika akan ke Banyuwangi dan Bali, tidak perlu lagi melalui kota. Begitu juga dengan arah sebaliknya.

“Kendaraan dan penumpangnya langsung saja lewat tol. Akibatnya, bus pariwisata tidak akan mampir ke toko oleh-oleh di Kota Probolinggo karena lewat jalan tol. Dengan kondisi itu, otomatis penjualan atau omset pedagang akan turun drastis,” ujar pria yang akrab disapa Tyo ini.

Jika kondisi ini tidak diantisipasi, menurutnya, jelas akan merugikan usaha di Kota Probolinggo. Seperti pusat oleh-oleh di Ketapang, yang tidak akan dilewati bus pariwisata maupun kendaraan-kendaraan yang akan menuju Banyuwangi-Bali atau sebaliknya.

“Saya sepakat dengan usulan presiden bahwa rest area di Jalan Tol baiknya digunakan untuk usaha yang bersifat lokal seperti UKM. Memang seharusnya seperti itu. rest area diisi oleh usaha-usaha yang mengangkat lokalitas,” kata Tyo
Memang menurutnya, jalur tol ini hanya melewati sebagian wilayah Kota Probolinggo.

“Namun, kita bisa mengupayakan misalnya kerja sama dengan Kabupaten Probolinggo untuk menempatkan produk hasil UKM Kota Probolinggo,” ujarnya. (saw/saw)