Korban Banjir Tiris Bangun Jembatan Darurat

610

Probolinggo (wartabromo.com) – Pasca banjir, warga dan pemerintah membuat sejumlah jembatan darurat di Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Jembatan bambu ini, diharapkan membantu warga untuk memobilisasi pasokan bahan pangan.

Warga bersama petugas pemerintah bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu penghubung Dusun Kedaton dan Lawang Kedaton. Jembatan yang dibangun mempunyai panjang sekitar 13 meter dengan lebar 1,3 meter. Sebelumnya, jembatan terbuat dari beton dengan panjang 9 x 6 meter itu, putus diterjang banjir.

Nah, jembatan bambu ini, menurut warga hanya dikhususkan untuk pejalan kaki dan sepeda motor. Sebab, pondasinya memanfaatkan bronjong bambu yang ditempatkan di atas sungai.

Pembuatan jembatan itu, menurut Holik, salah satu warga, dilakukan agar warga Dusun Lawang Kedaton, tidak terisolir. Sebab ada sekitar 1.000 warga yang berdomisili di dusun yang berada di paling atas Desa Andung Briu itu. “Ya, kerjasama masyarakat, kalau gak dibangun jembatan, ya gak bisa jalan. Di atas ada seribuan warga yang terisolir setelah jembatan putus karena banjir,” tuturnya, Kamis (13/12/2018).

Pembangunan jembatan dari bambu itu merupakan murni swadaya msyarakat. Aparat pemerintah, seperti TNI dan Polri, hanya membantu dan mengkoordinir. “Kami dari Koramil dan Polsek men-support mereka. Kami salut sama masyakarat, kami babinsa hanya mengarahkan saja, semua material dari masyakarat. Tidak ada kita mengeluarkan dana,” terang Danramil Tiris, Kapten Miliyan.

Untuk memperlancar arus transportasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengerahkan 2 alat berat. Dua alat berat itu, fokus membersihkan timbunan longsor di daerah bawah. Sedangkan daerah atas, timbunan longsor masih tinggi dan belum dibersihkan. Sebab alat berat itu tidak bisa lewat sungai.

“Dua alat berat itu, kalau sudah tangani longsor di bawah, akan dikerahkan membantu bersihkan timbunan longsor di daerah atas. Karena, kami perkirakan sehari dua hari akses jalan di atas itu sudah bisa dibuka lagi,” kata Wakil Bupati Probolinggo, HA.Timbul Prihanjoko. (saw/saw)