Ribuan Santri se-Pasuruan Ikuti Pekan Olahraga dan Seni antar Pesantren

1078

Pasuruan (Wartabromo.com) – Ribuan santri di Kabupaten Pasuruan berkompetisi dalam POSPEDA (Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren). Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi santri dalam bidang Olahraga dan Seni.

Ketua Panitia Pospeda VIII, Abdul Munif mengatakan, Pospeda diikuti oleh ribuan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Pasuruan.

“Kita sediakan Piala Bergilir untuk pondok pesantren yang meraih banyak juara, sekaligus sebagai Juara Umum dalam Pospeda tahun ini,” katanya, Selasa (26/02/2019).

Ada sekitar 22 cabang perlombaan yang akan diikuti oleh santri selama 3 hari kedepan ini. 10 cabang olahraga, sementara 12 perlombaan non olahraga atau seni. Beberapa cabor diantaranya atletik, bola voli, bola basket, tenis meja, pencak silat, futsal, bulu tangkis, sepak takraw, senam santri dan hadang. Sementara dalam cabang kesenian, ada seni music islami, kaligrafi, pidato 3 bahasa, fotografi islami, seni lukis islami, seni kriya, seni hadrah, video/cerita pendek/documenter, seni teater, cipta baca puisi, stand up comedy dan fashion islami.

Irsyad Yusuf, Bupati Pasuruan berharap mengatakan, acara tahunan ini untuk menyetarakan antar lembaga pendidikan. Disamping untuk menimba pengetahuan agama, pondok pesantren juga lembaga yang tepat untuk santri berbakat di bidang olahraga dan seni.

“Tidak hanya ahli di bidang Kitab saja, melainkan olahraga dan seni budaya sehingga kita fasilitasi bersama Kemenag. Saya lihat potensi santri di Ponpes ini sangat besar, dan dari itulah kita pantau satu persatu,” ucap Irsyad, sesaat setelah Pembukaan Pospeda selesai dilakukan.

Meski begitu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi santri untuk bisa mengikuti lomba ini. Diantaranya,  setiap peserta lomba harus santri yang telah tinggal d ponpes minimal 1 tahun. Santri juga harus sudah mengikuti pembelajaran kitab kuning, dengan dibuktikan surat keterangan dari Ponpes. Syarat lain, santri wajib menyerahkan fotocopy syahadah atau ijazah legalisir, akta kelahiran dan pas foto.

Terakhir, santri yang mengikuti Pospeda, tidak boleh terdaftar dalam PPLP (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar) maupun SMANOR (Sekolah Menengah Olahraga) maupun SKO (Sekolah Khusus Olahraga), serta berusia minimal 12 tahun dan maksimal 18 tahun. (mil/may)